»Home » Kupang News » Kupang Watch »
reddy ngera
Semburan Lumpur Berpotensi Terjadi Letusan
POS KUPANG/REDDY NGERA
Kepala Desa Pantai Beringin, Chornelis Pello berada di lokasi semburan lumpur, Selasa (8/6/2010).
Rabu, 8 September 2010 | 12:06 WITA

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Semburan lumpur di Desa Pantai Beringin, Kecamatan Sulamu dan di Dusun Kauna, Desa Hansisi serta Dusun Pahleo, Desa Oebowa, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, berpotensi terjadi letusan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Kupang, Viktoria Kana Hebi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/9/2010). Kana Hebi mengutip rekomendasi Badan Geologi Bandung, yang diterima pemerintah Kabupaten Kupang.

Badan Geologi Bandung juga mengatakan, wilayah semburan dan sekitarnya tidak layak untuk hunian karena sifat letusan yang berpindah-pindah dan perlu dilokasir.

Oleh karena itu, disarankan, memindahkan badan jalan di daerah Desa Pantai Beringin ke lokasi yang aman. Hindari menyalakan api di wilayah semburan lumpur dan mengganti tata guna lahan di daerah semburan Kecamatan Semau dari pemukiman menjadi lahan tegalan dan perkebunan.

Selain itu, Badan Geologi Bandung juga menyarankan pemerintah mencari alternatif relokasi untuk rumah-rumah di  daerah semburan lumpur di Kecamatan Semau ke lokasi yang aman. Perlu sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat di daerah semburan lumpur tentang ancaman yang bisa terjadi serta tata cara penanggulangannya. Dan, melestarikan dan menjaga keberadaan Danau Kepundan (Kecamatan Semau Selatan) untuk dapat dipakai sebagai air baku (air minum).         

Kana Hebi menjelaskan, ada tiga daerah semburan lumpur, yakni di Dusun IV Nei Pekok, Desa Pantai Beringin (Kecamatan Sulamu); Dusun Kauna, Desa Hansisi (Kecamatan Semau) serta di Dusun Pahleo, Desa Oebowa (Kecamatan Semau Selatan).  

Menurut Kana Hebi, ada 15 lubang semburan lumpur di wilayah Kecamatan Sulamu, lima titik diantaranya sudah menyerupai kubangan.

Menurut Badan Geologi Bandung, demikian Kana Hebi, di lokasi semburan tidak boleh ada aktivitas pembakaran karena mengandung gas belerang yang berpotensi terjadi ledakan dan  sangat berbahaya bagi manusia dan ternak.

"Masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan penggalian lubang di sekitar lokasi semburan," katanya mengingatkan.

Kama Hebi menambahkan semburan lumpur di wilayah  kecamatan Semau dan Semau Selatan sudah terjadi sejak lama. Secara umum kondisi semburan lumpur mirip dengan yang terjadi di kecamatan sulamu. Hingga saat ini, masih terjadi semburan lumpur.

Di wilayah Semau, jelas Kana Hebi, sekitar 2008 lalu pernah terjasi ledakan besar yang bersumber dari lubang semburan lumpur. Sesuai informasi ledakan itu terjasi karena lubang semburan lumpur mengering selama enam bulan lebih. Hal ini menyebabkan lumpur dalam perut bumi tidak bisa keluar  sehingga terjadi ledakan.

Kana Hebi menambahkan beberapa penyebab terjadinya semburan lumpur karena adanya akumulasi lumpur di bawah permukaan tanah dan adanya tekanan gas yang terjadi di daerah kantong-kantong lumpur di bawah permukaan.

Penyebab lainya karena adanya bidang lemah yang dimungkinkan disebabkan oleh pengaruh srtruktur patahan di daerah kantong lumpur.  

Sedangkan mekanisme terjadinya semburan, jelas Kana Hebi, karena adanya akumulasi lumpur dalam jumlah banyak di bawah permukaan serta adanya tekanan, menyebabkan material lumpur terdesak keluar melalui bidang lemah berupa patahan.

Pada saat terjadi proses erupsi, material lumpur terdesak keluar  menembus lapisan yang mengandung air payau asin juga batuan yang mengandung akumulasi gas metan dan kadang-kadang terdapat rembesan minyak bumi. (den)


Rekomendasi Badan Geologi Bandung

1. Daerah semburan lumpur masih berpotensi untuk terjadi          letusan susulan.

2. Wilayah semburan dan sekitarnya tidak layak untuk hunian karena sifat letusan yang berpindah-pindah dan perlu dilokasir.

3. Memindahkan badan jalan di daerah Desa Pantai Beringin ke lokasi yang aman.

4. Hindari menyalakan api di wilayah semburan lumpur.

5. Mengganti tata guna lahan di daerah semburan Kecamatan Semau dari pemukiman menjadi lahan tegalan dan perkebunan.

6. Mencari alternatif relokasi untuk rumah-rumah di daerah semburan lumpur di Kecamatan Semau ke lokasi yang aman.

7. Perlu sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat di daerah semburan lumpur tentang ancaman yang bisa terjadi serta tata cara penanggulangannya.

8. Melestarikan dan menjaga keberadaan Danau Kepundan (Kecamatan Semau Selatan) untuk dapat dipakai sebagai air baku (air minum).         

 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 120 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 10:29 WITA
Rabu, 1 Februari 2012 | 23:41 WITA
Selasa, 31 Januari 2012 | 10:06 WITA
Rabu, 25 Januari 2012 | 19:46 WITA
Rabu, 25 Januari 2012 | 19:42 WITA