KUPANG, POS KUPANG.com -- Beberapa anggota DPRD NTT meminta sekwan menyiapkan instruktur untuk pengoperasian laptop, termasuk cara mengakses internet. Harapan itu mengemuka setelah sekwan mendistribusikan 55 buah laptop kepada masing-masing anggota, Senin (6/9) dan Selasa (7/9/2010).
Laptop merek Toshiba seharga Rp 8 juta dibeli dari APBD 2010. Tujuannya memperlancar tugas-tugas kedewanan.
Disaksikan Pos Kupang, masih banyak anggota yang belum mahir mengoperasikan laptop. Beberapa yang telah mahir seperti Gabriel Beri Binna, Oswaldus, Somie Pandie, Emelia Nomleni dan lainnya, siap membantu anggota yang belum mahir. Somie Pandie menyatakan siap menjadi instruktur bagi rekan-rekannya. Dia mengaku telah menguasai semua program, termasuk koneksi ke internet.
Demikian Gabriel Beri Binna dan Oswaldus. Keduanya menyarankan rekan lain belajar otodidak, apalagi laptop yang dibagikan telah diinstal dengan semua program.
Dengan laptop itu dokumen sidang, termasuk RAPBD hanya disiapkan flashdisk, tidak ada lagi anggaran penggandaan dokumen sidang. Flashdisk itu dibagikan kepada masing-masing anggota untuk dibaca melalui laptop. Diharapkan, dengan adanya laptop itu semua tugas-tugas kedewanan bisa didokumentasikan secara baik, termasuk aspirasi masyarakat saat kunjungan kerja.
Sekretaris DPRD NTT, Drs. Goris Foju yang dihubungi pertelepon, Selasa (7/9/2010) malam, mengatakan, instrukturnya akan diambil dari Pengelola Data Elektro (PDE) Setda NTT. Dewan meminta dialokasikan waktu khusus untuk peningkatan keterampilan mengoperasikan laptop tersebut. Foju akan mengatur waktunya, setelah dikonfirmasikan dengan PDE. (gem)
Selamat memanfaatkan teknologi informatika, walaupun terlambat tapi kita harap "tools" tersebut dibeli dari uang rakyat dan dipergunakan untuk tugas-tugas rakyat bukan diberikan kepada anak, istri, selingkuhan ataupun tetangga
Lima puluh Lima Laptop untuk anggota DPRD NTT? Bagus juga, hitung-hitung sebagai salah satu upaya mendorong anggota Dewan untuk bisa menggunakan komputer dengan berbagai aplikasinya yang sehingga dapat mendukung kegiatan anggota Dewan. Akan menyedihkan sekali, jika laptop yang dibelikan dan diberikan secara gratis kepada anggota dewan tsb malah hanya digunakan untuk menginstal games, dan lebih tertarik untuk belajar menggunakan fasilitas online sehingga mereka akan asyik chating via internet atau pun ber-FB dan twitter ria saat sidang atau rapat yang memerlukan keseriusan. Yang akan disesalkan juga, ternyata ada anggota yang benar-benar tidak mau belajar sehingga tidak tahu mengoperasikan lap topnya, lalu berpindah tangan pada anak, menantu, ponakan atau teman yang kebetulan bisa (Kalo su bagini na, mending kasih beta sa, hehehehe). Mudah-mudahan benar-benar dipakai sesuai dengan konsep pengadaan Lap top ini.