KUPANG, POS KUPANG. com -- Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meminta tiga bupati di Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain untuk bekerjasama mengatasi Benenain yang setiap tahun mengirim banjir kepada masyarakat Besikama dan sekitarnya.
Lebu Raya yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/9/2010), mengatakan, masalah Benenain tidak bisa diatasi hanya satu daerah, yakni Kabupaten Belu yang berada di hilir DAS tersebut. Masalah itu perlu ditangani bersama antara daerah hulu, tengah dan hilir. Untuk itu tiga bupati akan diundang untuk membicarakan lagi dan mengevaluasi lagi kesepakatan yang pernah dirumuskan bersama. Mana yang telah dilaksanakan perlu ditingkatkan dan mana yang belum dilaksanakan harus segera dieksekusi.
Masalah Benenain, kata gubernur, tidak dapat diatasi dengan tanggul pengaman. Tanggul yang telah dikerjakan, hanya untuk mengatasi masalah saat ini. Ke depan perlu ada gerakan menanam kembali hutan yang telah gundul sepanjang DAS Benenain, mulai dari Mutis di TTS hingga ke Besikama dan sekitarnya di Belu. Masyarakat, katanya, harus disertakan dalam kegiatan penghijauan kembali.
Gubernur memberikan apresiasi kepada GTZ yang telah memberikan pelatihan kepada stakeholder dalam penanganan Benenain. Apa yang telah dilakukan GTZ, kata gubernur, perlu di follow up oleh semua pihak. Benenain tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri, tapi perlu ada kerja sama antara pemerintah, NGO dan masyarakat.
Soal jebolnya 125 meter tanggul di sayap kanan, gubernur mengharapkan pemerintah Kabupaten Belu segera mengatasi dengan perbaikan-perbaikan. Prinsipnya, kata gubernur, sebelum musim hujan tanggul yang jebol itu harus sudah diperbaiki sehingga masyarakat tidak menjadi korban.
Gubernur langsung memerintahkan Asisten II Setda NTT, Saver Banggung mengundang tiga bupati untuk membahas bersama masalah Benenain. Namun, kata gubernur, pertemuan tidak menyelesaikan persoalan. Yang dibutuhkan saat ini adalah action, TTS buat apa, TTU buat apa, Belu buat apa dan propinsi buat apa.
Disaksikan Pos Kupang saat bersama peserta lokalatih dari GTZ di Benenain, Kamis (2/9/2010), 125 meter tanggul di sisi barat jebol. Menurut warga setempat, tanggul itu jebol pada 2 Agustus lalu. Hingga saat ini belum ada pihak terkait yang melihatnya. (gem)