PELAKSANAAN event olahraga harus mencerminkan Program Anggur Merah, Pemprop NTT. Maksudnya adalah, anggaran untuk penghargaan kepada atlet harus lebih besar dari panitia dan wasit/juri. Demikian ditegaskan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, saat memimpin rapat Panitia Haornas 2010 di ruang kerjanya, Senin (6/9/2010).
Kepada panitia dan pengurus cabang olahraga, Esthon mengatakan, momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang untuk tingkat NTT puncaknya akan dilaksanakan tanggal 21 September 2010, harus menjadi momentum kebangkitan olahraga di NTT.
"Pelaksanaan event olahraga harus searah dengan Program Anggur Merah. Sekarang saatnya atlet-atlet yang harus diperhatikan. Untuk itu, anggaran uang disusun juga harus lebih banyak untuk penghargaan atas prestasi. Jangan sampai pakaian atau honor panitia dan wasit lebih tinggi dari para atlet. Untuk penghargaan kepada atlet, saya minta agar dalam bentuk buku tabungan dan piagam. Saya pikir uang lebih penting ketimbang piala atau medali. Ini harus dimulai dari sekarang agar ada penghargaan terhadap prestasi para atlet," katanya.
"Hasil dari Haornas ini harus menjadi salah satu rujukan bagi pengurus propinsi cabang olahraga untuk memantau atlet yang akan dikirim ke kejurnas maupun pra PON. Karena keterbatasan dana, saya minta agar event-event yang ada dimanfaatkan secara efektif untuk mendapatkan atlet yang berkualitas," ujarnya.
Kabid Keolahragaan Dinas PPO NTT, Drs. Ary Moelyadi, M.Pd, selaku panitia peringatan Haornas 2010, dalam laporannya mengatakan, cabang olahraga yang digelar, yakni tinju, kempo, atletik, pencaksilat, taekwondo dan senam ja'i tradisional.
"Tinju dan kempo akan dipertandingkan antar-pelajar, taekwondo dan pencaksilat antara-mahasiswa sedangkan atletik untuk warga belajar. Selain itu akan ada kejuaraan tinju antar-sasana Menpora Cup se-Indonesia dan lainnya. Semua kegiatan ini akan dipusatkan di Flobamora Mall. Untuk upacara pembukaan akan dilaksanakan di halaman rumah jabatan Gubernur NTT," jelasnya. (eko)
Saya sangat setuju, sudah saatnya kita membalikkan keadaan yang sebesanrnya, atlitlah yang harus dinomorsatukan, bukan pejabat atau para pembina yang mendapatkan pelayanan khusus,, sdh saatnya kita bangkit,,Hidup Pak Esthon,, ayo cukup atletik dan tinju.. majulah olahraga NTT,, kalau tepat dikomandani oleh orang yang tepat, kalau tidak pasti kelaut lagi..Now or nothing...