»Home » Kupang News » Ekbis »
48 Persen Saham Bank Dikuasai Asing
Senin, 6 September 2010 | 15:48 WITA

JAKARTA, POS KUPANG.Com -- Kepemilikan investor asing terhadap saham perbankan di Indonesia mencapai 48 persen. Dengan kekuatan modal yang dimiliki oleh investor asing akan mempermudah penetrasi dan dominasi industri perbankan dalam negeri. Ini tentu saja didukung oleh Undang-undang (UU) No 10 Tahun 1998 yang mengizinkan kepemilikan asing pada bank lokal hingga 99 persen.

Kebijakan itu lahir saat Indonesia terjebak saat krisis akibat kesepakatan letter of intent (LoI) dengan Dana Moneter Internasional (IMF). "Dan soal ini kembali mengemuka. Sebenarnya tidak salah (bank asing) mereka diundang karena mereka mendasarkan pada aturan berlaku. Namun, masalah kebijakan perbankan di Indonesia seperti setrika, maju-mundur," kata Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono dalam diskusi dan buka puasa bersama wartawan dan humas bank di Jakarta, akhir pekan lalu.

Masalah kepemilikan asing terhadap perbankan dalam negeri kembali mengemuka ketika Darmin Nasution dilantik menjadi gubernur Bank Indonesia awal pekan lalu. Darmin mengatakan, hanya di Indonesia seseorang bisa memiliki saham mayoritas di sebuah bank. Secara tersirat dia mengatakan akan mengatasi hal ini.

Menurut Sigit, masalah perbankan di Indonesia terjadi karena kebijakan masa lalu. Karena itu, kata dia, koreksi atas kesalahan masa lalu harus dilakukan secara bijaksana. "Dan hasilnya harus diterima secara nasional," kata dia.

Darmin mengusulkan prinsip "resiprocal basis" patut dipertimbangkan untuk menekan bank asing. "Jadi bank asing yang tidak perkenankan kita buka cabang di negaranya tidak boleh buka di negara kita. Ini adil," kata Sigit.

Dijelaskan, perbankan dalam negeri sekarang harus memulai memikirkan penerapan pasar tunggal ASEAN 2014. Jika perbankan tidak siap maka bank asing akan merambah di Indonesia.

"Bank Malaysia dan Singapura banyak buka cabang di sini. Nanti kita ribut lagi. Sama dengan FTA-ASEAN China di awal tahun kita sudah tandatangan siap tiba-tiba minta negosiasi kan ini malu namanya. Nah, kita lihat faktanya sekarang tidak ada bank Indonesia buka cabang di negara Asean lain kecuali Singapura," kata dia. (kompas.com)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 79 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 25 Januari 2012 | 20:58 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:15 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:09 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:41 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:36 WITA