»Home » Regional NTT » Tirosa »
SMK Katolik Kefamenanu Lebih Maju Lagi
Oleh Yohanes Mamun, S.Pd
ist
Yohanes Mamun
Senin, 6 September 2010 | 09:51 WITA

HARI  Rabu (2/9/2010) halaman tengah SMK Katolik Kefamenanu yang terletak di kompleks Gereja Sta. Theresia Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dipenuhi ratusan siswa dan  guru-guru sekolah itu bersama para undangan.

Hari itu adalah puncak dari kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 sekolah itu yang aneka kegiatannya telah belangsung sekitar satu minggu sebelumnya. Kegiatan itu  berupa pertandingan olah raga, lomba kebersihan kelas, kesenian, kuis Kitab Suci dan Deklamasi Puisi.

Puncak acara HUT sekolah tersebut diisi dengan rekoleksi dan misa syukur yang dibawakan  oleh Pastor Moderator SMK Katolik Kefamenanu, Rm. Servas Balok, Pr.  Misa diawali dengan rekoleksi. Romo Servas dalam renungan rekoleksi menggagas tema seputar apa yang mau dilakukan oleh warga sekolah  untuk SMK Katolik Kefamenanu ke depan. Dalam rekolesi tersebut, semua warga sekolah, baik siswa, guru, maupun kepala sekolah, bersepakat untuk menjadikan SMK Katolik Kefamenanu, lebih maju lagi ke depan.

Boy, salah seorang siswa kelas dua dalam rekoleksi itu mengatakan bahwa sebagai siswa mereka juga bertekad menjadikan SMK Katolik Kefamenanu lebih maju lagi. Caranya? Sebagai siswa harus rajin belajar dan mengasah keterampilan agar menjadi manusia yang berguna bagi dearah, negara, dan gereja. 

Kepala SMK Katolik Kefamenanu, Drs. Hagut Mathias, mengatakan, sebagai koordinator semua kegiatan di sekolah ini, pihaknya meminta semua warga sekolah untuk meneguhkan komitmen dan memiliki visi yang sama untuk memajukan sekolah ini, agar mutu lulusan dari sekolah seperti yang diharapkan masyarakat atau pasar kerja.

Untuk mewujudkan komitmen di visi tersebut, Mathias mengajak semua warga sekolah agar saling mendukung, dalam semua aspek kehidupan di sekolah ini. Karena maju dan mundurnya sekolah ini bukan hanya  terletak pada tangan kepala sekolah, tetapi pada semua warga sekolah, baik, sebagai guru, siswa dan pegawai.

Mathias menegaskan, perjalanan sekolah ini tidak berhenti pada usianya yang sekarang ini. Tetapi masih terus berjalan sampai kapan pun. Karena itu dia mengharapkan kita semua pihak  saling mendukung dan bekerja sama demi kemajuan sekolah ini.

Yang menjadi hambatan dalam memajukan sekolah ini, kata Mathias, adalah sarana dan prasana pendukung pembelajaran yang tidak memadai. Untuk itu sekolah ini membutuhkan banyak dana untuk menyukseskan tekad tersebut. Namun sumber dana yang ada saat ini hanya dari masyarakat dan pemerintah yang jumlahnya belum memadai. Untuk itu dia meminta peran serta alumni sekolah itu untuk turut membantu memajukan sekolah ini ke depan.

Untuk itu mendukung semua itu, Romo Servas dalam rekoleksi menegaskan para warga sekolah harus menjadikan Hari Ulang Tahun (HUT) sebagai momentum refleksi diri. Dengan demikian kelemahan dan kelebihan yang muncul dari hasil refleksi tersebut dapat menjadi bahan untuk mengembangkan  sekolah ini menuju kearah yang lebih baik.

Dia menegaskan momentum refleksi tersebut penting dilakukan sebagai tolak ukur dalam pelaksanaan tugas masing-masing, baik sebagai guru, siswa dan pegawai.  "Saya mau tegaskan, bahwa semua warga sekolah harus melakukan refleksi diri, sudah sejauh manakah  kita memberikan sumbangsih yang maksimal untuk kemajuan sekolah ini atau tidak. Dengan demikian pada momen ulang tahun ini saya mengajak semua warga sekolah melihat diri masing, baik sebagai guru, siswa dan pegawai. Sehingga kita bisa melangkah maju dengan semangat baru," tegas Romo Servas

Dikatakannya, usia 47 tahun, kalau diukur dari umur biologis manusia, maka sekolah ini berada pada umur yang matang. Untuk itu diharapkan agar semua warga sekolah harus berbuat dan bertindak secara matang dan bertanggung jawab, guna menjadikan sekolah ini menjadi lebih baik lagi ke depan. Dengan demikian mayarakat TTU akan mempercayakan anak-anaknya melanjutkan pendidikan di sekolah ini.

Dia juga mengingatkan warga sekolah menimbah teladan dari Santo Pius X yang dijadikan sebagai nama pelindung sekolah ini. Santo Pius X, katanya, merupakan tokoh besar dalam gereja, yang dalam masa hidupnya mendedikasikan pikiran dan pengabadiannya untuk banyak orang. Untuk itu semua warga sekolah harus menimbah spirit ini dalam menjalankan tugasnya masing-masing di sekolah ini.  *

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 225 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 10:53 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 13:40 WITA
Senin, 6 Februari 2012 | 12:29 WITA