KUPANG, POS KUPANG.Com -- Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang menghentikan pemberian kupon bensin kepada pemerintah kelurahan. Akibatnya, pengoperasian motor sampah terkendala.
Kalaupun ada motor sampah yang beroperasi, biaya operasionalnya diambil dari uang pribadi lurah, dana operasional kelurahan dan sumbangan masyarakat.
Biasanya, kupon bensin 10 liter dikasi per minggu. Diambil setiap hari Jumat oleh operator motor sampah. Namun, sudah tujuh minggu, kupon bensin tidak dibagikan.
Deny Fernandes, warga Naikoten 2, saat ditemui di gedung DPRD Kota Kupang, Kamis (2/9/2010) mengatakan, agar motor sampah beroperasi, warga menyumbang uang sesuai kemampuannya.
Lurah Naikoten 2, Rikardo Therik mengatakan, operator motor sampah kelurahan Naikoten 2 sudah pernah meminta kupon bensin. Namun jawaban dari staf di dinas kebersihan bahwa kupon bensin tidak bisa diberikan karena masih menunggu pembahasan perubahan anggaran.
Untuk bisa mengoperasikan motor sampah, kata Therik, warga ikut menyumbang uang sesuai kemampuan mereka.
Lurah LLBK, Ariantje Taulo mengatakan, kupon bensin sudah tidak diberikan lagi sejak tujuh minggu yang lalu. Untuk bisa tetap operasional, biaya untuk membeli bahan bakar diambil dari dana pribadi.
"Motor sampah harus tetap operasional karena produk sampah di sini sangat banyak. Di LLBK ada lima orang yang dibiayai masyarakat untuk mengurus sampah. Kalau di LLBK warganya mampu, tetapi kasihan di kelurahan lain," ujar Taulo.
Lurah Kolhua, Yulianto BS Mandala mengatakan dari kelurahan terpaksa mengambil dana operasional kelurahan untuk membeli bahan bakar.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang, Drs. Adrianus Lusi, MM mengakui kalau beberapa minggu terakhir ini, kupon bensin tidak diberikan oleh stafnya kepada operator motor sampah.
"Biasanya setiap hari Jumat mereka datang ambil kupon bensin. Menurut laporan dari staf bahwa anggaran untuk operasional motor sampah ini hanya sampai bulan Juli saja. Karena itu masih menunggu pembahasan di dewan," jelas Lusi.
Lusi mengatakan, pihaknya akan segera memberikan kupon bensin kepada operator motor sampah agar bisa efektif melayani masyarakat. Menurutnya, dana yang sudah dikeluarkan pihak kelurahan untuk membeli bensin motor sampah, akan diganti dinas kebersihan.
"Kami akan mengembalikan dana yang telah digunakan untuk membeli bensin bagi motor sampah selama kupon bensin tidak diberikan," ujar Lusi. (ira)