KEFAMENANU, POS KUPANG.Com --Seluruh pejabat birokrat di Kabupaten TTU harus mendapat pembinaan secara berjenjang. Pejabat mesti memperlihatkan kematangan emosional sehingga tidak terjadi insiden memalukan seperti berkelahi.
Penegasan ini disampaikan Bupati TTU, Drs. Gabriel Manek, M.Si, kepada wartawan, Rabu (1/9/2010). Manek mengatakan, melihat insiden yang terjadi antara camat dengan PLT camat yang baru menambah keprihatinan yang begitu dalam bagi perilaku pejabat.
Sebelumnya, terjadi perkelahian antara Kabag Hukum dengan Kepala Distamben. Perkelahian kembali terjadi antara mantan Camat Bikomi Nilulat, dengan PLT camat yang baru. Manek mengatakan, seminggu yang lalu ia baru saja menyelesaikan persoalan antara Kabag Hukum dan Kepala Distamben.
Sementara itu Selasa (31/8/2010), TTU kembali digemparkan dengan perkelahian antara Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bikomi Nilulat, Egidius Sanam, S.Ip, dengan mantan Camat Bikomi Nilulat, Agusto Solo Kana, di Restorant Litani, Kefamenanu. Sanam mengalami pendarahan di hidung.
Setelah mendapatkan pengobatan di RSUD Kefamenanu, peristiwa ini langsung dilaporkan ke Polres TTU. Saksi Agusto Hale menuturkan, Sanam dihajar berulang-ulang oleh Kana di bagian hidung.
Ia mengisahkan, awalnya seluruh camat, bersama kepala puskesmas se-Kabupaten TTU menghadiri undangan rapat yang digelar Dinas Kesehatan di Restorant Litani. Usai pemaparan materi, dirinya, Sanam, dan beberapa peserta lain, sedang istirahat makan siang di salah satu meja makan.
Ketika itu, ia melihat Kana memasuki pintu Litani, padahal dia tidak diundang sebagai peserta rapat. Kemudian, Sanam mengatakan ia sedang dipanggil Kana, lalu menuju ke tempat Kana berdiri. Tak dinyana keduanya lalu terlibat baku pukul.
Insiden ini, kata Gabriel Manek, sangat memalukan karena menunjukkan sikap seorang pemimpin yang lebih menuruti emosi dalam menyelesaikan persoalan. Ia menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah, Drs. Yakobus Amfotis, M.Si, agar segera mempersiapkan pembinaan itu. Manek mengatakan, sanksi hukum tetap dilaksanakan, sedangkan aspek kepegawaian juga tetap diterapkan, seperti diturunkan pangkatnya.
Hal senada juga dikemukakan Taek. Sesuai instruksi bupati dalam waktu dekat ini akan diadakan pembinaan terhadap seluruh pejabat. Peristiwa ini kasuistis oleh oknum pejabat PNS, namun perlu diantisipasi dengan diberikan pembekalan. (dd)
semoga menjadi pembelajaran kita bersama. tentu ada api maka ada asap.
boleh juga tuh pak bupati.. memang perlu melakukan pembinaan mental untuk kematangan emosional para pejabat, tapi untuk beberapa kasus di atas, saya usul klo bisa bapak jangan batasi potensi yang mereka miliki justru klo bisa di fasilitasi agar mereka dapat menyalurkan bakat mereka itu secara baik dan terarah dan potensi mereka itu bisa dijadikan aset produtif bagi daerah.. (bagi kasi dorang sarung deng ring tinju sa...)
Orang Timor punya karakter yg kasar dan keras tapi lembut hatinya,tapi mengenai masyalah pejabat baku hantam dgn pejabat itu adalah kerjaan anak TK dan SD.Bagaimana bisa menjadi teladan dan panutan buat anak2 sekarang dan masyarakat yg dipimpinnya ? Dimanakah moral dan ethika seorang pemimpin ? Katanya berpendidikan serjana dan dimana keserjanaannya ? Katanya beragama koq tingkah lakunya seperti itu ? Kasian sekali TTU punya pemimpin / pejabat seperti itu.