KUPANG, POS KUPANG.Com -- Fraksi-fraksi di DPRD Kota Kupang menilai pemerintah masih lemah dalam mengelola potensi yang ada menjadi sumber pendapatan asli daerah bagi keberlanjutan pembangunan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Kupang Irianus Rohi di Kupang, Rabu, mengatakan hingga saat ini target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp40,03 miliar, baru mencapai Rp18,34 miliar.
"Ini mengindikasikan bahwa pemerintahan Wali Kota Kupang Daniel Adoe dan Wakilnya Daniel Hurek belum berhasil mendapatkan separuh PAD dari target yang telah ditetapkan," kata Rohi yang juga Ketua Komisi A DPRD Kota Kupang itu mencontohkan.
Menurut dia, hal yang penting untuk dikembangkan pemerintah adalah dengan mendorong potensi riil daerah, dengan sejumlah kebijakan yang bisa memberikan ruang pengembangan sektor riil di Kota Kupang menjadi lebih berpotensi dan akan berdampak kepada penerimaan bagi daerah melalui PAD.
"Banyak potensi yang dimiliki oleh pemerintah, terutama berkaitan dengan sektor jasa dan perdagangan, namun belum dikelola secara baik dan optimal oleh pemeritah kota untuk menambah pundi-pundi PAD," katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Kupang Adrianus Talli secara terpisah menilai kelemahan pemerintah dalam upaya peningkatkan PAD, karena belum diaturnya sejumlah sektor jasa dan perdagangan yang berpotensi memberikan dampak pemasukan bagi daerah, melalui sejumlah regulasi.
"Hal-hal yang berkaitan dengan restoran, reklame, tempat hiburan dan lainnya, patut diatur sebagai salah satu potensi untuk bisa menggali sumber pendapatan bagi daerah melalui PAD," katanya mencontohkan.
"Ini hal-hal yang perlu diatur oleh pemerintah melalui regulasi, sehingga memiliki daya ikat untuk penarikan pendapatan bagi daerah," kata Talli menambahkan.
Sekretaris Komisi A ini mengatakan, perda-perda tentang pajak hotel, restoran, pajak hiburan, pajak reklame dan pajak parkir, harus diperbaharui sesuai dengan kondisi perkembangan ekonomi perkotaan saat ini, sehingga bisa menjadi bagian dari sektor penyumbang PAD bagi Kota Kupang.
Dengan begitu, tambah dia, Kota Kupang yang hampir 80 persennya hidup dari sektor jasa dan perdagangan, bisa dimanfaatkan menjadi sumber yang pasti dan berkelanjutan untuk peningkatan pendapatan.
"Kalau semua potensi digerakkan secara maksimal, maka saya yakin kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang bisa tercapai," kata Talli. (antara)