DUBAI, POS KUPANG. com -- Amerika dan nilai kehidupannya sesuai dengan pandangan Islam tentang kehidupan, kata Feisal Abdul Rauf, imam AS yang berada di balik prakarsa kontroversial mengenai pendirian pusat Islam di dekat area tragedi 11 September, Dubai, Selasa.
"Pemikiran serta pandangan Amerika dengan pandangan dunia Islam saling beriringan," kata Imam Feisal.
Kunjungannya di Uni Emirat Arab merupakan tujuan terakhir dari perjalanan yang didukung oleh Kementerian Negara AS setelah sebelumnya ke Bahrain dan Qatar.
Menurut informasi yang didapat dari kedutaan AS di Abu Dhabi, tujuan kunjungan Abdul Rauf adalah untuk membicarakan tentang 'kehidupan Muslim di Amerika' dan penyiaran dialog antariman.
Abdul Rauf mengatakan prinsip yang digariskan di Deklarasi Kemerdekaan AS pada 1776 sepaham dengan pemikiran Islam.
Dia menegaskan bahwa deklarasi tersebut menjelaskan tentang kehidupan, kebebasan, dan kelayakan yang telah diubah menjadi 'pencarian kebahagiaan' sebagai 'hak yang hakiki'.
"Saya tidak dapat menyangkal bahwa hak tersebut telah dijelaskan dengan persis oleh ahli hukum Islam, enam abad sebelumnya," kata Abdul.
Telah ada kemufakatan antara cendekiawan Muslim pada waktu itu bahwa semua tujuan hukum Islam adalah untuk mengembangkan dan melindungi lima dan sebagian mengatakan enam hal dasar - kehidupan, kemuliaan, keagamaan, keluarga, harta, serta ilmu, tegas Abdul.
"Maksud utama dari pemikiran serta pandangan yang Amerika miliki sejalan dengan tujuan utama cendekiawan Muslim," tambah Abdul Rauf.
Kebebasan beragama di Amerika juga bergandengan dengan prinsip Islam bahwa tak ada paksaan dan kekerasan dalam memilih kepercayaan dan agama, ujarnya.
'Pertentangan yang sebenarnya' adalah antara kaum yang maju dengan kaum radikal, bukan antara Muslim dan non-Muslim, kata Abdul.
Rencana pembangunan pusat Islam serta tempat ibadah di dekat hancurnya World Trade Center pada September 2001 menimbulkan kehebohan politik di AS.
Para pendukung mengatakan tempat tersebut dapat menjadi pijakan bagi penyiaran dialog dan toleransi antar iman. Namun, penentang juga menyebut tempat itu sebagai 'Masjid Ground Zero', dan pendirian di tempat itu tidaklah peka.
Perencana pembangunan mengatakan pusat tersebut akan menyediakan tempat ibadah, fasilitas olahraga, teater dan rumah makan yang akan dibuka untuk umum.
Pusat Islam yang bernilai 100 juta Dollar AS akan memiliki 13 tingkat dengan bahan baja dan kaca serta telah diizinkan oleh pemerintah kota.
Menurut Cordoba Initiative, sebuah organisasi penyiaran dialog dan pemahaman antar iman, Abdul Rauf telah menjadi Imam masjid yang terletak sejauh 12 blok dari 'Ground Zero' selama 27 tahun terakhir. (ant/afp)