»Home » Kupang News » Ekbis »
Laporan: Obby Lewanmeru
Pemerintah Kurangi Koperasi Mati Suri
Rabu, 1 September 2010 | 10:09 WITA
KUPANG, POS KUPANG.Com---Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sementara berupaya mengurangi jumlah koperasi yang mati suri, atau tidak aktif. Jumlah koperasi yang tidak aktif sampai kini terdata sebanyak 331 koperasi dari total 1.731 koperasi yang tersebar di NTT. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) NTT, Paulus R Tadung, SH, ketika ditemui Pos Kupang, Jumat (27/8/2010). Menurut Tadung, dari 1.731 koperasi di NTT terdapat 331 koperasi yang tidak aktif, dan jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya tahun 2009 sebanyak 339 koperasi yang tidak aktif. "Ini adalah salah satu tantangan kita yang cukup berat karena masih banyak koperasi yang tidak aktif sampai sekarang ini. Jumlah koperasi yang aktif sebanyak 1.400. Menghadapi koperasi-koperasi yang tidak aktif ini, pemerintah tempuh beberapa cara, antara lain dilakukan revitalisasi," kata Tadung. Dia mengharapkan 13 kabupaten/kota di NTT yang sudah mendapat predikat sebagai kabupaten/kota penggerak koperasi agar terus berupaya menurunkan angka koperasi yang tidak aktif itu. Cara yang ditempuh melalui keberpihakan pemerintah daerah masing-masing terhadap koperasi, dukungan dana, sarana dan prasarana. "Dan yang tidak kalah penting yaitu pembinaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) anggota dan pengurus koperasi melalui penguatan kapasitas. Dengan beberapa terobosan itu tentu kita bisa mengurangi koperasi yang tidak aktif," katanya. Dia menambahkan, koperasi yang tidak aktif, tidak selamanya koperasi itu sudah tinggal papan nama. Koperasi-koperasi tersebut masih beraktivitas, meski kecil-kecilan hanya saja dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun koperasi tersebut tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dia menjelaskan, selain tantangan koperasi yang tidak aktif, ada juga tantangan yang berkaitan dengan posisi tawar petani atau anggota koperasi. Dengan kondisi ini petani yang juga anggota koperasi sulit berhadapan dengan para pengusaha besar berkaitan dengan posisi tawar yang sangat rendah. "Koperasi yang bergerak pada bidang produksi dan pemasaran harus mempunyai jaringan kerja sama dengan lembaga lain maupun koperasi. Kalau tidak punya jaringan juga mereka sulit bersaing," katanya. Menurut Tadung, ratusan koperasi itu tidak aktif karena pengelolaan manajemen yang kurang baik, termasuk pengurus kurang memperhatikan jati diri koperasi, seperti belum berfungsinya anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi. Terhadap koperasi dan KUD yang tidak aktif, lanjut Tadung, pihaknya akan melakukan pembinaan lewat program revitalisasi koperasi agar dapat diaktifkan kembali untuk menunjang misi pemerintah menjadikan NTT sebagai propinsi koperasi. "Ada tiga langkah yang akan kita lakukan terhadap koperasi yang tidak aktif , yaitu aktifkan kembali, gabungkan dengan koperasi lain dan kita buburkan koperasi tersebut. Itulah tiga opsi yang kita tempuh terhadap koperasi-koperasi yang tidsak aktif," ujarnya. Untuk diketahui, sembilan kabupaten/kota di NTT yang telah ditetapkan menjadi daerah pengegrak koperasi tahun 2010 adalah, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Belu, Alor, Lembata, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat dan Kabupaten Rote Ndao serta Kota Kupang. Sedangkan pada tahun 2009 lalu sudah ada empat kabupaten yang menjadi kabupaten penggerak koperasi, yaitu Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende dan Kabupaten Ngada. (yel)
Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 74 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 25 Januari 2012 | 20:58 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:15 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:09 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:41 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:36 WITA