Rabu, 1 September 2010 | 10:04 WITA
KUPANG, POS KUPANG.Com---Perkembangan kredit yang disalurkan 15 perbankan umum dan sembilan bank perkreditan rakyat di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Juli 2010 naik menjadi Rp 7,801,52 triliun atau tumbuh 26,19 persen. Terjadi peningkatan sebanyak dua persen lebih dari total pertumbuhan kredit pada semester I tahun 2010.
Hal ini disampaikan peneliti ekonomi muda Bank Indonesia Cabang Kupang, Maximilian T Tutuarima, di Kupang, Minggu (29/8/2010). Ia mengatakan, pada semester I tahun 2010, kredit tumbuh sebesar 24,20 persen dari total sebesar Rp 7,525 triliun lebih.
Pada akhir 2009, katanya, total kredit yang disalurkan ke masyarakat menjadi Rp 6,663 triliun lebih atau 23,29 persen meningkat pada triwulan pertama 2010 menjadi Rp 6,954,66 triliun atau 25,89 persen. "Ini menunjukkan tren pertumbuhan terjadi dari waktu ke waktu, sehingga pihak BI optimis dan jika kondisi itu terus berlanjut, maka diperkirakan pada akhir 2010, akan terjadi pertumbuhan mencapai 50 persen lebih," kata Maximilian.
Pertumbuhan ini, kata Maximilian, juga terjadi pada jenis kredit modal kerja, investasi dan kredit konsumsi, baik pada 2009 hingga Juli 2010. Ia menyebutkan, kredit modal kerja hingga Juli mencapai Rp 1,941,37 atau 19,80 persen atau meningkat sedikit menjadi Rp 1,879,16 triliun atau 13,02 persen pada Juli 2010.
Pada akhir 2009, penyaluran kredit jenis ini mencapai Rp 1,783 triliun lebih, triwulan pertama dan kedua 2010 dari Rp 1,717 triliun lebih menjadi Rp 1,879 triliun lebih pada semester I tahun 2010.
Demikian pula kredit investasi, meskipun jumlahnya tidak signifikan, namun terjadi kenaikan yang berpengaruh juga terhadap pertumbuhan kredit secara umum. Kredit investasi pada 2009 sebesar Rp 239,54 miliar dan pada triwulan pertama dan kedua 2010, dari Rp 295,67 miliar menjadi Rp 355,27 miliar pada Juni 2010, atau 76.73 atau bertambah menjadi Rp 369,01 miliar atau tumbuh sebesar 84,33 persen.
Selanjutnya, penyaluran kredit konsumsi dari perbankan umum dan khusus NTT hingga Juli Rp 5491,14 atau 28,61 persen atau meningkat dari sebelumnya Juni 2010 Rp 5,290 triliun. "Pada 2008 total penyaluran kredit Rp 3,744 triliun lebih dan 2009 sebesar Rp 4,640 triliun lebih dan pada triwulan pertama 2010 Rp 4,941 triliun," katanya.
Penyaluran dana kredit ini merupakan proses sirkulasi uang yang dihimpun dari masyarakat dan dikembalikan ke masyarakat berupa kredit. Dana yang dihimpun dimaksud hingga Juli 2010 mencapai Rp 9,844,20 triliun atau sebesar 11,43 persen dari sebelumnya Juni 2010 mencapai Rp 9,535 triliun atau hanya 8,06 persen.
Menurut dia, total penyaluran kredit ini mengalami peningkatan dalam tenggang waktu tiga bulan, terhitung Maret 2010 sekitar Rp 571 miliar lebih dari Rp 6.954 triliun menjadi Rp 7,525 triliun pada Juni dan Juli 2010 Rp 9,844,20 triliun atau sebesar 11,43 persen. Jika dibandingkan tahun 2009 (y-o-y) terjadi pertumbuhan kredit 24,20 persen pada bulan Juni dan 25,89 persen pada (y-o-y) Maret 2009. (ant)
Editor : »» Penulis : »» Sumber :