KUPANG,POS KUPANG.com--Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, memperingatkan para sekolah di Kota Kupang agar hati-hati dalam mengelola dan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Sebab, mulai tahun ini sasaran aparat penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi adalah bidang pendidikan dan kesehatan.
Peringatan ini disampaikan Daniel Hurek saat memberikan sambutan pada peresmian Kelas Akselerasi SDK. St. Yoseph 3 di halaman sekolah tersebut, di Jalan Herewila-Naikoten, Kupang, Senin (30/8/2010).
Daniel Hurek mengatakan, sasaran penyelidikan aparat penegak hukum di NTT tahun 2010 ini adalah penggunaan dana pada sektor pendidikan dan kesehatan. Hal ini termasuk penggunaan dana BOS yang selama ini dikelola oleh sekolah-sekolah.
"Aparat penegak hukum punya target tahun ini adalah dinas kesehatan dan dinas PPO. Jadi kelola dana dengan sebaik- baiknya," pintanya.
Menurutnya di Kota Kupang saat ini terdapat 92.000 orang siswa mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK). Sementara jumlah guru negeri sebanyak 3.385 orang dan guru swasta yang mencapai 2 ribu orang lebih, sehingga jumlah guru di Kota Kupang sekitar 6 ribu orang.
Jumlah sekolah dasar di Kupang saat ini mencapai 123 unit, SMP sebanyak 42 unit dan SMA dan SMK mencapai 42 unit.
Dialihkan
Sebelumnya Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh mengatakan, anggaran dan pengelolaan BOS akan langsung diserahkan ke setiap daerah mulai 2011. Kemdiknas mengumumkan, mulai 2011 dana BOS akan disalurkan secara langsung ke kabupaten/kota tanpa melalui Kementerian Pendidikan Nasional.
Ada pun selama ini pos anggaran dana BOS berada di Kementerian Pendidikan Nasional. Mulai anggaran 2011, pos anggaran dana BOS akan langsung berada di APBD Kabupaten/Kota dalam bentuk DAU/DAK.
Data Bank Dunia memaparkan, perubahan penyaluran dana BOS kepada pemerintah daerah memiliki kaitan dengan sumber dana BOS yang berasal dari utang luar negeri. Bank Dunia memberi utangan kepada Pemerintah Indonesia sebesar 500 juta dollar AS untuk mendukung program BOS.
Salah satu tujuannya adalah memperkuat peranan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam program BOS, seperti yang terlihat di situs mereka http://web.worldbank.org/external/projects. (alf/kompas.com)