»Home » Regional NTT » Humbalorata »
Klarifikasi Tapal Batas Wanggameti
POS KUPANG/GERARDUS MANYELLA
Frans Lebu Raya
Rabu, 1 September 2010 | 09:01 WITA

WAINGAPU, POS KUPANG.Com -- Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, meminta agar masalah tapal batas Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti segera diklarifikasi secara sungguh-sungguh oleh  Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur bersama instansi terkait sehingga tidak meresahkan masyarakat.

Gubernur juga mengingatkan agar seluruh upaya yang dilakukan terkait dengan kegiatan usaha pertambangan di sekitar kawasan hutan tersebut mengedepankan aspek kesejahteraan rakyat dan memperhatikan aspek lingkungan hidup.

Permintaan dan Peringatan Gubernur Lebu Raya itu disampaikan dalam sambutannya pada acara pelantikan Drs. Gidion Mbilijora, M.Si dan dr. Matius Kitu, Sp.B menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur di Waingapu, Selasa (31/8/2010). Kegiatan eksplorasi pertambangan emas di Wanggameti  oleh PT Fathi Resources yang informasinya masuk ke kawasan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti sudah sangat meresahkan masyarakat.

Lebu Raya mengharapkan agar perbedaan pendapat  tentang tapal batas TN Laiwanggi Wanggameti yang terjadi belakangan ini  diklarifikasi dan diselesaikan dengan baik. "Harus duduk  bersama, dengan pikiran jernih dan hati yang bersih. Di luar atau di dalam kawasan ada pihak berwenang yang menentukan. Kalau  ada di dalam kawasan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Kalau di luar kawasan apakah boleh ditambang? Hasil kerja tim yang diturunkan tanggal 20 Agustus lalu yang nantinya  disampaikan 12 September nanti akan menentukan apakah kegiatan eksplorasi itu ada di dalam atau di luar kawasan. Dari situ baru gubernur ambil keputusan. Kalau di luar tambang pun harus dibicarakan lagi secara terbuka tentang hak-hak rakyat dan bagaimana dampak terhadap lingkungan. Dua hal ini harus dibicarakan serius," kata Lebu Raya.

Dikatakan Lebu Raya, perbedaan pendapat antarmasyarakat di lapangan kemungkinan karena kurangnya sosialisasi.  "Tetapi apakah penolakan itu benar-benar dari rakyat di sekitar tambang? Mari kita tanya masyarakat di sekitar tambang. Saya mendapat laporan bahwa masyarakat di sekitar tambang senang karena saat ini memperoleh pendapatan dengan hadinya kegiatan tambang di sana.  Meski demikian,dampak lingkungan harus diperhatikan serius. Dalam Analisis Dampak lingkungan yang nanti akan dilakukan pasti memperhatikan dampak lingkungan. Jika ada kerusakan, bagaimana rekomendasi untuk reklamasi. Itu pasti disampaikan dalam Amdal. Reklamasi itu harus dibicarakan siapa yang bertanggung jawab, bagaimana caranya. Apakah baru mulai beroperasi, pada saat beroperasi atau setelah beroperasi," papar Lebu Raya.

Ketika diberitahukan bahwa  ada rekomendasi dari forum masyarakat peduli lingkungan Sumba agar kegiatan eksplorasi di wilayah yang belum jelas batas Taman Nasional dihentikan sementara, Lebu Raya mengatakan, karena  tanggal 12 September  sudah ada hasil dari tim terpadu, sehingga semua pihak harus  bersabar dan menunggu hasil tersebut. "Jadi kita tunggu saja hasil itu," katanya.

Namun Lebu Raya menegaskan, eksplorasi  sebenarnya  perlu untuk mengetahui deposit atau kandungan emas yang  ada di wilayah itu karena akan berpengaruh pada keputusan  investor untuk melanjutkan kegiatan tambang atau tidak.

Kalau tidak ada eksplorasi, kata Lebu Raya,  tidak akan diketahui kandungan emas yang ada di dalam tanah itu dan berapa jumlahnya tanpa mengabaikan dampak lingkungan. "Dari  awal kita keluarkan izin karena dalam penjelasan kepada saya oleh instansi terkait menggunakan peta, titik-titik eksplorasi memang ada di luar kawasan. Tetapi karena masih ada perbedaan pendapat kita turunkan tim untuk menguji lagi. Kita tunggu saja hasilnya," tambah  Lebu Raya.

Ketika disinggung tentang kepemilikan saham dirinya di PT Fathi Resources, Lebu Raya malah kaget dan tertawa.

Respon yang sama juga datang dari Ketua Umum Partai Golkar, Abdul Rizal Bakrie. Abdul Rizal membantah bahwa dirinya mempunyai saham di PT Fathi Resources. "Nggak ada. Nggak benar," kata Abu Rizal sambil berlalu.

Ketika dikonfirmasi tentang sikap Abu Rizal sebagai Ketua Umum Golkar terhadap aksi penolakan tambang di NTT, Abdul Rizal hanya mengatakan, dikembalikan kepada kepala daerah masing-masing. (dea)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 77 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

h h h ......rupanya "Anggur Merah" dri Drs. Frans Lebu Raya, memabukkan, masalah lingkungan hidup koq yg diperhatikan tapal batas....beuw... :p))

Komentar Oleh: Rd210 | Rabu, 1 September 2010 | 20:31 WITA

Permasalahan tambang jangan coba digeser dengan masalah batas kawasan hutan Taman Nasional Lai Wanggi-Wanggameti. Masalah batas muncul karena pihak pertambangan telah melakukan penyerobotan dalam kawasan TN.

Komentar Oleh: Umbu Randja Pati | Rabu, 1 September 2010 | 18:20 WITA

Yang tertawa, kaget dan yang sontak bilang tidak benar malahan suruh tanya kepada yang tertawa-kaget, so pasti kalau tidak ada api mana mungkin ada asap! OMG oleh USHER, bung!

Komentar Oleh: Frans Hena | Rabu, 1 September 2010 | 16:44 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Jumat, 3 Februari 2012 | 23:42 WITA
Jumat, 3 Februari 2012 | 10:15 WITA
Jumat, 20 Januari 2012 | 09:58 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 09:36 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 00:21 WITA