LABUAN BAJO, POS KUPANG.Com -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, meminta duet Bupati-Wakil Bupati Agustinus Dula-Maximus Gasa agar lebih sering mengunjungi desa-desa. Hanya dengan mengunjungi desa, bupati/wakil bupati dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Permintaan itu disampaikan Gubernur Frans Lebu Raya dalam sambutannya ketika melantik pasangan Agustinus Dula- Maximus Gasa menjadi Bupati-Wakil Bupati Manggarai Barat, Senin (30/8/2010). Keduanya dilantik dan diambil sumpah dalam rapat paripurna DPRD setempat.
Duet Dula dan Gasa memenangkan pemilu kada 3 Juni lalu. Pasangan ini dilantik berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri masing- masing nomor 131.53-461 dan nomor 132.53-462 Tahun 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan pengangkatan bupati dan wakil bupati periode 2010- 2015.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wagub NTT, Ir. Esthon Foenay, Ketua TPKK NTT, Ny. Lusia Adinda Lebu Raya, Bupati Manggarai, Chris Rotok, Bupati Matim, Yoseph Tote, Bupati Ende, Don Bosco Wangge, anggota DPR RI, DPRD NTT, DPRD Mabar, sejumlah Muspida propinsi dan kabupaten, LSM, tokoh masyarakat, pers, serta masyarakat.
Gubernur mengatakan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah harus merespon/tanggap terhadap kebutuhan rakyat. Sebagai kepala daerah, bupati harus lebih memrioritaskan anggaran untuk rakyat ketimbang anggaran belanja aparatur.
Pemberdayaan potensi yang ada serta peningkatan pelayanan administrasi yang baik, kata gubernur, akan berdampak pada pembangunan daerah. Oleh karena itu, upaya reformasi birokrasi yang ingin dicapai Pemerintah Mabar perlu perencanaan yang matang sehingga berguna bagi masyarakat.
Gubernur juga menekankan upaya pembangunan di sektor pariwisata. Karena Mabar merupakan salah satu pintu utama masuk NTT, maka perlu pembenahan infrastruktur, serta mengadakan event-event akbar sehingga dapat mendongkrak investasi dari luar.
Beberapa aspek yang harus diperhatikan Pemkab Mabar antara lain, meningkatkan pembenahan akses, perbaikan saluran irigasi, sarana dan fasilitas pendidikan, lokasi pasar, kebutuhan BBM untuk nelayan, serta pemberantasan kemiskinan melalui pengalokasian anggaran ke dearah-daerah terpencil.
"Bupati dan Wabub perlu lakukan kunjungan ke desa-desa terpencil sehingga tahu kebutuhan masyarakat yang belum terjawab. Utamakan pembangunan Mabar dengan rasa cinta. Hilangkan perbedaan untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Pemerintah harus berikan pelayanan administrasi secara tertib sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang sebesar- besarnya demi terwujud Mabar yang sehati dan sesuara," kata Gubernur Lebu Raya. (cc)
Selamat bertugas untuk bupati-wakil bupati yang baru. Kutitip pesan, Mabar butuh pembangunan yang tepat guna, pertama; membuka isolasi wilayah dengan meningkatkan kualitas jalan-jalan kabupaten, kecamatan dan desa. Kedua; mencerahkan masyarakat dengan informasi, karena itu butuh penerangan listrik di desa-desa. Listrik membantu masyarakat utk mengikuti informasi dunia, levat tv. Ketiga, air bersih masuk kampung/rumah. Tiga hal ini, kebutuhan primer yg membuat Mabar, jaya dan sejahtera.
Benar apa yang disampaikan Gubernur NTT bahwa Bupati harus selalu mengunjungi desa atau kampung-kampung yang masih terisolasi di Kabupaten Manggarai Barat. Dengan melihat kenyataan real dari kehidupan masyarakat, maka pemimpinnya dapat merencanakan pembangunan berbasis desa terlebih pembangunan infrastruktur di Manggarai Barat bagian utara yang masih terbelakang. Proficiat atas pelantikan Bupati Manggarai Barat