7 Stok Premium Berangsur Normal - Pos Kupang
Pos Kupang
Stok Premium Berangsur Normal
Rabu, 25 Agustus 2010 09:31 WITA
Share |

ATAMBUA, POS KUPANG.Com -- Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, berangsur-angsur normal. Premium yang didatangkan dari Kupang sebanyak 35 ton sudah disalurkan ke empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar umum (SPBU) yang ada.

Untuk mengantisipasi kelangkaan lanjutan, Pemerintah Kabupaten Belu telah meminta bantuan aparat Polres Belu untuk bersiaga di setiap SPBU guna melarang pembelian BBM menggunakan jerigen.

Pantauan Pos Kupang, Selasa (24/8/2010), antrean yang sebelumnya panjang sudah mulai berkurang. Aparat Polres Belu membantu mengatur antrean sehingga tidak terkesan semrawut. Para petugas pengisi BBM tidak terlalu kewalahan seperti sehari sebelumnya. Sebagian warga yang datang membawa jerigen langsung dilarang petugas pengisi BBM maupun aparat dari Polres Belu untuk mengisi BBM.

Pasalnya, warga yang membawa jerigen tidak mengantongi surat pengantar yang dikeluarkan Bagian Ekonomi Setda Belu. Sementara para penjual eceran yang saban hari banyak berjejer di sepanjang jalan protokol maupun jalan kelurahan saat ini hanya meninggalkan botol-botol kosong di tempat penjualan.

"Memang kami selama ini jual bensin dalam botol untuk mmendapat untung sedikit. Tapi sekarang sudah dilarang untuk kita beli menggunakan jerigen. Jadi sementara waktu istirahat jualan dulu. Mungkin setelah normal kembali baru berjualan lagi. Memang dalam beberapa hari ini bensin langka, kita masih menjual dengan harga Rp 10.000/botol, tapi sekarang untuk mendapat satu jerigen ukuran lima liter sudah susah. Kita ke SPBU minta, tapi ditolak petugas dan aparat Polres Belu," kata beberapa pengecer di wilayah Tini, Kelurahan Manuaman, yang menolak menyebutkan nama mereka.

Pantauan Pos Kupang, di beberapa titik di jalan protokol dalam Kota Atambua masih terlihat warga menjual premium dalam botol. Harga yang dipatok pengecer masih berkisar antara Rp 8.000-Rp 10.000/liter. Meski begitu, tidak semua warga menjual premium di jalan-jalan seperti saban hari masih berjalan normal.

Secara terpisah, Kepala Bagian Ekonomi Setda Belu, Alfons Manek, menegaskan, sesungguhnya tidak ada kelangkaan BBM. Kondisi yang terjadi dalam beberapa hari ini karena pasokan BBM dari Kupang yang terlambat tiba di Atambua sehingga terlihat penumpukan warga di setiap SPBU.

"Pasokan setiap hari normal. Untuk kebutuhan hari ini (Selasa, 24/8/2010), kita datangkan 35 ton premium dari Kupang. Dan saat ini pasokan tambahan juga sedang dalam perjalanan sehingga dalam beberapa hari kedepan sudah normal kembali," katanya.

Menurut Alfons, untuk menekan antrian yang panjang, pihaknya sudah meminta aparat keamanan dari Polres Belu untuk siaga di  setiap SPBU. Para aparat keamanan ini, kata Alfons, akan mengawasi warga yang menggunakan jerigen untuk mengisi BBM di setiap SPBU.

"Kalau warga yang tidak mengantongi surat pengantar dari Bagian Ekonomi maka pelayanan menggunakan jerigen tidak akan dilayani. Dan itu sudah kami sampaikan kepada aparat yang bertugas di setiap SPBU untuk mencegahnya. Pasokan BBM jenis premium yang kita datangkan ini untuk menormalisasikan kembali antrian yang panjang belakangan ini. Tapi dengan tambahan 35 ton dan akan masuk lagi pasokan tambahan baik dari Kupang maupun Depot Atapupu, krisis BBM sudah dapat teratasi," kata Alfons.

Tentang kemungkinan penimbunan premium oleh oknum tertentu, Alfons belum bisa memastikannya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat Polres Belu untuk melakukan pemantauan di semua titik dalam Kota Atambua. Apabila diketahui ada oknum menimbun, maka segera diambil tindakan tegas oleh aparat Polres Belu.

Diberitakan sebelumnya, Antrean kendaraan roda dua dan roda empat di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Atambua, Kabupaten Belu, pasca kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium makin panjang.

Pantauan Pos Kupang di SPBU Simpang Lima, SPBU Motabuik, SPBU Sesekoe dan SPBU Nekafehan, Senin (23/8/2010), sejak pagi antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak mencapai puluhan meter. Pasokan premium sebanyak 25 ton untuk kebutuhan di Atambua habis dalam tempo setengah hari.

Di Simpang Lima misalnya, sebelum terjadi kelangkaan, antrean tidak sampai ke jalan protokol arah Telkom Atambua.  Sementara kemarin antrean kendaraan membanjar sampai di tugu Simpang Lima, sehingga kendaraan yang melintas dari arah Gereja Katedral dan Hotel Liurai menjadi terganggu. Aparat Polres Belu bersiaga di SPBU ini.

Antrean kendaraan yang panjang juga terlihat di SPBU Nekafehan. Kendaraan roda empat berjejer di sisi kiri jalan dari arah lampu merah sentral ke arah SPBU. Pemilik kendaraan roda dua terlihat berdesak-desakan merangsek masuk untuk mengisi BBM. Para petugas terlihat kewalahan melayani warga untuk mengisi BBM. (yon)