KUPANG, POS KUPANG.Com ---Televisi Republik Indonesia (TVRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melaunching program siaran berita yang terintegrasi antara TVRI NTT dan TVRI Pusat Jakarta.
Dengan demikian siaran berita dari TVRI NTT bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, baik menggunakan antene biasa maupun antena parabola.
Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun NTT, Drs. Jani Yosef, A. Ma, M.Si, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/8/2010), menjelaskan, peluncuran program ini dilaksanakan, Selasa (24/8/2010) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 TVRI NTT. Syukuran acara ini yang akan berlangsung di Dancing Hall-Flobamora Kupang.
Jani Yosef menjelaskan, teknologi yang akan digunakan dalam program siaran ini adalah VPNIP (Virtual Private Network Internet Protokol), dimana dengan teknologi ini, reportasi bisa dilakukan TVRI NTT dan langsung terhubung dengan TVRI Jakarta sehingga semua pemirsa TVRI di Indonesia bisa menyaksikan laporan langsung dari Kupang.
"Gabungan siaran lokal berita TVRI NTT dengan berita nasional TVRI, selanjutnya dapar dilakukan setiap hari, sepanjang TVRI NTT mempunyai materi berita yang pantas untuk disiarkan secara nasional," jelasnya.
Dijelaskannya, selama ini rata-rata siaran TVRI NTT antara 15 hingga 16 item, namun untuk siaran nasional hanya disiarkan berita pilihan dua hingga tiga berita setiap hari.
Dijelaskan juga, sementara ini jangkuan TVRI NTT untuk siaran ini hanya Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, sebagian TTU, sebagian Rote Ndao dan sebagian Sabu serta dataran tinggi Moni di Kabupaten Ende.
Menurut dia, untuk menjangkau semua darah di NTT, cara yang ditempuh adalah menyewa satelit. Namun saat ini sewa satelit cukup mahal. PT. Menurutnya, Telkom sudah menawarkan pada TVRI NTT sewa satelit sebesar Rp 3,9 miliar pertahun. "Bagi TVRI, harga itu sangat mahal dan tidak dapat direalisasikan," jelasnya.
Dijelaskannya, TVRI NTT telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Propinsi NTT agar biaya tersebut ditanggung bersama oleh pemerintah kabupaten/kota se-NTT bersama pemerintah NTT. "Ini sama dengan TVRI di propinsi lain, tapi sejauh ini masih dalam proses pertimbangan Pemerintah Propinsi NTT," ujarnya.
Dia menjelaskan, TVRI NTT masih sangat kurang dalam pelayanan, namun upaya perbaikan kualitas siaran dan teknologi penyiaran terus dilakukan. Pada akhir tahun ini, menurut Jani Yosef, TVRI NTT akan mengoperasikan sebuah alat pemancar UHF (Ultra High Frekuensi) dengan kekuatan 1000 watt. Teknologi akan menjadikan kualitas gambar dan suara TVRI akan lebih baik. Ia menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan memasang UHF 5.000 watt. (alf)