POS KUPANG.Com -- Orang tua mendiang Michael Jackson segera bercerai setelah menjalani 60 tahun pernikahan. Seperti dilaporkan Daily Star, perceraian itu disebabkan ibunda Jackson, Katherine, merasa lelah dengan perilaku kasar Joe, suaminya.
Hubungan Pasangan itu renggang sejak lima tahun lalu, tetapi Ibu yang menjadi pimpinan dalam keluarga Jackson itu memutuskan untuk mengajukan perceraian setelah suaminya, Joe (81), menyalahkan dirinya atas kematian putera mereka yang menggemparkan tahun lalu.
Joe yang dituduh melakukan pelecehan terhadap Michael ketika kecil mengatakan pada bulan Juni "Saya memintanya untuk datang ke Michael dan tinggal bersamanya, tetapi Katherine bersikeras bahwa anaknya butuh privasi."
Nyonya Jackson membalas lewat jurubicaranya dengan mengatakan "pernyataan dan tindakan Joe Jackson terhadap Nyonya Jackson keterlaluan."
Sambil merujuk pada kasus pelecehan terhadap anak-anak mereka, jurubicara itu kemudian mengatakan "Dunia juga tahu siapa Joe Jackson dan tampaknya ia bertekad untuk tidak membiarkan kita lupa."
Berdasarkan keterangan dari The Daily Star, Nyonya Jackson menganggap bahwa serangan itu merupakan perang yang terakhir.
"Ia telah dipermalukan olehnya sejak lama, ia benar-benar marah, tidak ada rujuk lagi."
Pasangan itu menjadi renggang lima tahun yang lalu dan hidup terpisah.
Nyonya Jackson juga memiliki hak asuh tunggal atas ketiga anak Michael yaitu Prince Michael (13), Paris (12), dan 'Blanket' (8). Mereka tinggal di Encino, California. Sementara Joe Jackson tinggal di Las Vegas.
Meskipun telah tinggal terpisah, Katherine mengatakan dirinya enggan secara resmi mengakhiri perkawinan karena sebagai penganut kesaksian Jehovah dirinya tak percaya pada perceraian.
Pasangan itu, yang merupakan orang tua dari sembilan anak --termasuk lima anggota Jackson 5, yakni Michael, Jackie, Tito, Jermaine, dan Marlon, --menikah di bulan November 1949 dan memiliki 26 cucu.
Mereka (orang tua Jackson) bersatu mendukung Michael saat tertimpa kasus pelecehan seksual anak-anak. Mereka juga berdampingan saat pemakaman Michael.
Pada tahun 2007, Michael menggugat ayahnya -yang tak mengakui perbuatannya- memukulinya ketika ia masih kecil.
"Ketika latihan (dulu), ayah saya selalu bawa sabuk di tangannya, kami tak boleh salah. Saya tak pernah mendapat pukulan selama latihan atau praktik - kecuali ketika saya mendapatkan masalah," ujar Michael Jackson ketika itu. (ANT/EH)