APA Apa yang akan dilakukan William Shakespeare jika ia punya kekasih gelap? Akankah ia katakan pada istrinya?” Demikianlah salah satu pertanyaan Jess Winfield dalam bukunya What Would Shakespeare Do? Apa Pendapat Sang Pujangga mengenai karier, perselingkuhan, seks, rasisme, kematian, dan berbagai problema kehidupan sehari-hari.
Ooooh buku yang bagus sekali. Aku harus membacanya,” demikian Rara menyambar catatan dari tangan Nona Mia, namun tidak berhasil. Rara penasaran. Maklum Rara punya kekasih gelap, WIL alias wanita idaman lain. Ia ingin tampak sama dengan pasangan selingkuh Jaki yang pe en es maupun Jaki yang non pe en es. Selama ini Rara memang memanfaatkan waktu kerja kantornya untuk mojok, buat janji, cinta dalam sepenggal perjalanan tugas dan lain-lain dengan kekasih gelap yang selalu merindu. Oh oh! Siapa bilang hanya Rara. Jaki pun tidak mau ketinggalan kereta. Sudah jadi rahasia umum kalau Jaki pun punya WIL.
***
Jess Winfield –salah satu pendiri Reduced Shakespeare Company dan salah seorang penulis The Complete Works of William Shakespeare- mengatakan bahwa pertanyaan tersebut sudah barang tentu sebuah pertanyaan etis yang paling sulit yang pernah ditanyakan. Dalam kenyataan, Pujangga Besar asal negaranya Pangeran Charles dan David Beckham itu memang punya kekasih gelap. Istrinya tinggal di Stratford dan kekasih gelapnya di London.
Bagaimana Sang Pujangga mengatasi hal ini? Hmm memang pujangga! Melalui karya kreatifnya, sebuah drama berjudul The Comedy of Errors, ia berkisah tentang Antipholus dari Syracuse yang menikah dengan adik kandung Luciana. Antipholus ternyata berselingkuh dengan perempuan lain alias punya kekasih gelap. Shakespeare melukiskan Luciana dengan sangat simpatik. Ia adalah jiwa dan semangat The Comedy of Errors.
Apa nasehat Luciana? Atau apa kata Shakespeare melalui Luciana?” tanya Nona Mia. Dengar baik-baik apa yang kubaca ini. Jika kau hanya menikahi adikku demi hartanya, maka demi hartanya itu perlakukanlah dia dengan banyak kebaikan. Atau jika kau punya kekasih lain, lakukanlah itu diam-diam...Jagalah rahasia itu baik-baik. Apa gunanya kau perkenalkan ia pada istrimu?...Sepatah kata yang kasar kan melipatgandakan perbuatan buruk... demikian kata Luciana,” Nona Mia menatap wajah Rara dan Jaki yang sedang tersenyum puas.
Berarti kita aman dong!” Jaki dan Rara saling adu tinju sambil tertawa.
Kuncinya hanya satu. Jangan sampai istri kita tahu kalau kita punya kekasih gelap. Ha ha yang penting happy...” Rara terpingkal bangga bukan main.
Kalau wartawan tahu bagaimana?” tantang Nona Mia.
Aku hajar,” Rara kebakaran jenggot. Jangan coba-coba menyebar berita yang tidak benar tentang aku dan kekasih gelapku, tentang aku dengan semua urusanku. Berani macam- macam, ini!” Rara mengacungkan tinjunya.
Bagaimana jika wartawannya aku?” tanya Nona Mia dengan wajah tegang. Aku yang akan menyampaikan kepada istrimu, aku yang akan tulis di koran, aku yang akan menghentikan langkahmu yang keliru berat. Bangga ya punya kekasih gelap?”
Shakespeare saja punya kok, apalagi saya!” Rara dan Jaki hampir bersamaan mencari pembenaran diri.
***
Aku sudah tahu! Pasti kamu berdua mau katakan bahwa Pujangga Besar itu sudah memberi jalan, supaya diam saja, jangan katakan pada istri soal kekasih gelapmu, jangan melipatgandakan perbuatan buruk,” Benza langsung pada poin yang ingin digarisbawahi Jaki dan Rara.
Pujangga punya selingkuhan, tulisannya melalui Luciana bukankah hanya mencerminkan pembenaran perbuatannya sendiri?” tanya Nona Mia sambil membuat catatan dalam notes wartawannya.
Itulah yang dipertanyakan Jess Winfield,” sambung Benza, dan Nona kembali mencatat. Jess juga yakin bahwa Shakespeare adalah orang yang berperasaan namun juga paling praktis menghendaki agar kita sedikitnya berhati-hati dalam mempertimbangkan niat kita sebelum semuanya jadi berantakan...”
Kesimpulannya, segera akhiri hubunganmu dengan kekasih gelap!” tegas Nona Mia. Percayalah, jika tidak berhenti saat ini juga, besok berita menarik ini akan segera terpublikasi lewat koranku!”
Nona Mia, komohon jangan, jangan, jangaaaan masukkan aku dan kekasih gelapku di koran,” Jaki memohon.
Kumohon dengan amat sangat,” sambung Rara. Bagaimana dengan istriku? Apa kata Shakespeare tentang hubungan yang bermasalah”
Satu-satunya jawaban mudah di sini diberikan oleh Luciana, saat ia berkata: perlakukanlah dia dengan banyak kebaikan,” Benza menjawab.
Tolong jangan masuk koran ya,” Jaki dan Rara tertunduk memohon ibarat orang-orang yang amat kecewa dan marah pada wartawan dan nekat menghajarnya.
Wartawan itu pewarta kebenaran!” Benza menasehati Nona Mia. Wartakanlah kebenaran agar kehidupanmu juga nyaman!”
Pasti!” jawab Nona Mia.
***
Apa kata Shakespeare soal hubungan yang bermasalah?” Rara penasaran.
Melalui Lysander dan Hermia dalam drama A Midsummer Night’s Dream Shakespeare berkata, "Jika dahulu para kekasih sejati pernah disalib...Mari kita menguji kesabaran kita, karena ia hanyalah cobaan biasa, sebagaimana halnya dengan cinta, pikiran, dan impian dan keluhan, harapan dan air mata...”
Aku akan menulisnya di koran besok,” Nona Mia senang bukan main mendapat begitu banyak kata-kata manis.
Nona Mia! Jangan tulis di koran karena kekasih gelapku sangat indah dan manis seperti puisi...” Rara dan Jaki kelimpungan.
Oke, kamu dan kekasih gelapmu! Tunggu di koran besok ya,” Nona Mia berlalu. Jaki dan Rara tidak berhasil merayunya dan tanpa basa-basi mengayunkan tinju ke wajah Nona Mia. Demi kekasih gelap! Kedua laki-laki itu pun jadi gelap gulita.*