LOMBA tarian ja'i bertajuk Perfect Ja'i Competition tingkat Propinsi NTT akan digelar pada bulan Oktober 2010 ini. Lomba ini akan diikuti peserta lomba dari berbagai daerah di NTT di di GOR Flobamora-Kupang.
Demikian diungkapkan Direktur Yaspurka, Aryanto Ludoni yang dihubungi pertelepon Minggu (1/8/2010) .
Menurutnya, lomba yang digelar warga belajar Yayasan Purnama Kasih (Yaspurka) tersebut, bertujuan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut juga, katanya, dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta pada kesenian tradisional serta memacu semangat para pemuda khususnya dalam dunia pendidikan.
Ludoni, menjelaskan, lomba tersebut diundur hingga Oktober dari jadwal semula di bulan ini. Jadwal ini, katanya, sengaja atur kembali untuk memberikan kesempatan pada klub-klub ja'i mempersiapkan diri, selain itu guna memenuhi berbagai permintaan dari daerah-daerah luar Kota Kupang maka penyelenggaraan lomba tersebut ditingkatkan menjadi lomba ja'i tingkat propinsi.
"Sebelumnya, lomba ini dirancang untuk tingkat Kota Kupang saja, tetapi panitia memutuskan untuk menyelenggarakan lomba tingkat propinsi. Ini dilakukan melihat keinginan berbagai pihak," jelasnya.
"Jadi lomba ini bukan tingkat Kota Kupang lagi, tapi tingkat Propinsi NTT. Karena skalanya lebih besar, hadiahnya untuk para peserta juga lebih besar," jelasnya.
Dia menjelaskan, semua hadiah termasuk uang serta door prize untuk anak-anak sudah siap. "Kami sudah menyiapkan hadiah dan tentunya sesuai dengan jerih payah dan usaha peserta selama mempersiapkan diri dalam lomba serta hal lainnya," jelasnya Aryanto.
Dia menjelaskan pula, biaya pendaftaran pada lomba ini nantinya akan diserahkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan pembangunan gedung sekolah. "Banyak sekolah di daratan NTT, khususnya NTT yang gedungnya sangat memprihatinkan. Untuk itu, biaya pendaftaran lomba ini akan diserahkan ke sekolah-sekolah itu," jelasnya.
Sebelumnya, menurut Aryanto, sesuai dengan namanya, peserta lomba ja'i ini bisa tampil dalam modifikasi tarian ja'i namun tetap mengacu pada tarian asli. "Boleh-boleh saja ada modifikasi karena ini tarian juga ikut perkembangan jaman tetapi tidak meninggalkan akar budaya atau hakekat ja'i itu sendiri. Tarian ini juga menjadi baik karena termodifikasi oleh zaman," jelasnya. (alf)
mempersatukan NTT pake cara seperti ini lebih asri....