»Home » PK Minggu » Bumi Kita »
Alfred Dama
Membangun Taman dengan Merusak Lingkungan
Taman Nostalgia Kupang
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Proyek Taman Nostalgia di Jalan El Tari 2 Kupang. Kawasan ini sebelumnya ditumbuhi ratusan pohon dan sangat rindang.
Senin, 19 Juli 2010 | 09:39 WITA

SUARA menderu gergaji mesin dan eksavator menggema di awal Juli di Jalan Ade Irma-Kupang. Kawasan ini terletak di sisi kiri Jalan El Tari II  dari arah Terminal Oebobo menuju Kantor Bandara El Tari, tepatnya di depan Gedung Keuangan Negara.

Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai 'hutan' kota. Pohon- pohon tumbuh memenuhi kawasan ini. Burung menjadikan tempat ini sebagai rumah mereka. Beranak pinak di situ.

Jika musim hujan, pemandangan dari arah Jalan El Tari ke kawasan permukiman di balik hutan itu terhalang. Di musim kering pemandangan juga bisa terhalang. Apa yang menghalang? Pohon-pohon yang tumbuh lebat dan subur.

Tetapi pada awal Juli lalu gergaji mesin menerabas pepohonan di kawasan ini. Satu demi satu pohon tumbang, rebah mencium bumi. Sungguh ironis. Kawasan yang tadinya sangat rindang kini berubah menjadi kering dan bahkan kini penuh dengan tumpukan tanah putih.

Sangat disayangkan, pepohonan berusia puluhan tahun tersebut hanya digundulkan dalam beberapa sehari saja. Padahal diperlukan waktu puluhan tahun agar pohon-pohon tersebut bisa menjadi besar seperti saat ini.

Tragis. Pemerintah getol mengajak warga tanam pohon. Dengan semboyan "one man one tree" segala. Yang lain disuruh tanam, yang lain aktif menebang. Padahal belum tentu tanaman yang ditebang tersebut bisa hidup bila ditanam lagi, apalagi kawasan tersebut berstruktur tanah dengan material batu yang sulit ditumbuhi tanaman berumur panjang.

Ironis juga ketika Pemerintah Kota Kupang mencanangkan Kupang Green and Clean, puluhan pohonan tumbuh nan hijau di tempat itu justru ditebang. Lahan yang dulu hijau, bakal diganti dengan beton-beton dan lantai semen.

Informasi yang dimpun Pos Kupang menyebutkan, di kawasan itu akan dibangun Taman Nostalgia El Tari Kupang dengan menggunakan dana APBN senilai 1.088.136.000. Proyek pusat tersebut dikerjakan melalui satuan kerja Bidang Cipta Karya- Dinas Pekerjaan Umum Propinsi NTT.

Proyek tersebut akan dikerjakan selama 150 hari kalenden hingga 3 November 2010 oleh Kontraktor PT. Citra Cendana Perkasa  SoE.

Kepala Bidang Cipta Karya, Frans Pangalinan, yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/7/2010), menjelaskan, pemilihan kawasan tersebut melalui pertemuan yang intensif antara pihaknya dengan Pemerintah Kota Kupang.

Lokas itu dipilih, kata Pangalinan, karena dulu menjadi tempat pertemuan raja-raja. Nah, karena itu nantinya  tempat itu dinamakan Taman Nostalgia.

Pangalinan menjelaskan, yang ditebang hanya pohon kecil dan semak-semak saja. Ada pun beberapa pohon di antaranya pohon lamtoro masih berukuran kecil dan selalu gugur pada musim kemarau.

"Tidak tebang juga, itu kan hanya semak-semak. Ada juga satu atau dua pohon yang besar, orang bilang pohon ende. Daunnya gugur pada musim panas," jelasnya.

Menurutnya, kawasan tersebut tetap akan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sementara bangunan yang ada tidak sampai mengurangi tempat tersebut sebagai ruang terbuka hijau.

"Bangunan hanya itu saja. Nanti kita tanam lagi dengan tanaman umur panjang, mungkin juga ada tanaman mangga," jelasnya.

Sementara ini material yang ada masih berupa tanah putih. Tanah tersebut hanya untuk menimbun arena tersebut, sementara untuk kepentingan penanaman kembali akan ditimbun tanah hitam yang lebih subur.

"Kita nanti taruh juga tanah hitam untuk tanaman nanti," jelasnya.

Menurutnya, pihak pelaksana proyek juga tidak sampai menebang habis semua pohon yang ada. Masih ada pohon di bagian pinggir kawasan bangunan tersebut yang dibiarkan tumbuh.

"Tidak semua juga tanaman ditebang, ada juga tanaman yang masih ada," kata Pangalinan.

Pembangunan taman tersebut tersebut, kata Pangalinan, juga dimaksudkan untuk menjadikan Kota Kupang lebih indah lagi. Dia beralasan kawasan tersebut sebelumnya dibiarkan secara alamiah, penuh pohon-pohon dan semak yang tidak terurus.

"Tempat itu juga tidak terurus, nanti orang dari luar datang bilang tempat ini tidak terurus. Jadi kita mau menata tempat itu menjadi lebih baik," jelasnya.

Apa pun bangunan yang dikerjakan tersebut, sedikit banyak telah menghilangkan pohon-pohon hijau yang rindang di tempat tersebut. Dan, jangan lupa juga butuh waktu yang sangat lama untuk mengembalikan kondisi kawasan tersebut seperti sedia kalah.

Kawasan yang tadinya hujau kini berubah menjadi tumpukan tanah putih di antara semen beton yang baru dipasang. Hawa panas pun sangat menyengat pada siang siang hari. Maksudnya baik. Bikin indah Kota Kupang. Tetapi juga sayang, banyak pohon mesti tercabut dari tanah.  (alf)
 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 118 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

lanjutkan penataan kota ini agar lebih hijau, masyarakat jangan bakar rumput yang pohonnya sudah tumbuh, kasihan pohonnya

Komentar Oleh: froubel | Senin, 9 Agustus 2010 | 11:06 WITA

Hmm..... Janji Manis tapi apa mau dikata uang telah dimainkan... Tanaman pun jadi sasaran... Mereka tau Kupang Begitu panas tapi kenapa mereka mau menebang pohon yg membuat sejuk kota ini.... .....

Komentar Oleh: victor | Jumat, 30 Juli 2010 | 11:11 WITA

pejabat dong semua jalan pake mobil lengkap dgn AC jd mana paham soal cuaca panas akibat tdk adanya perindang... rakyat nikmati su.. pdhal klo mau bikin indah bisa saja karang2

Komentar Oleh: karla | Selasa, 20 Juli 2010 | 13:59 WITA

apaan tu,, pemerintah tu su gila,, snd punya otak,, snd tau sapa yang tanam tu pohon na,, nanti taman jdi suruh pemerinta sendri yang nostalgia.. ma anak istri dongg

Komentar Oleh: apri | Senin, 19 Juli 2010 | 13:53 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 1 Februari 2012 | 10:52 WITA
Senin, 16 Januari 2012 | 18:52 WITA
Selasa, 20 Desember 2011 | 19:12 WITA
Senin, 12 Desember 2011 | 10:53 WITA
Senin, 5 Desember 2011 | 09:35 WITA