»Home » PK Minggu » Keluarga »
Alfred Dama
Lindungi Gigi Anak Sejak Dini
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Anak-anak ini harus terbiasa sikat gigi sejak dini, peran orangtua sangat penting demi menjaga kesehatan mulut dan gigi anak. Anak-sekolah di Kota Kupang saat mengikuti sikat gigi massal yang digelar Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekes Kemenkes Kupang beberapa waktu lalu di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT
Senin, 5 Juli 2010 | 11:10 WITA

KEBIASAAN anak-anak mengonsumsi permen dan makanan ringan secara langsung atau tidak langsung bisa mengganggu kesehatan, termasuk gigi. Namun selama ini para orangtua kurang menyadari ancaman yang ditumbulkan oleh aneka jenis makanan tersebut.

Bahkan, tidak sedikit para orangtua yang secara sengaja memberikan aneka jenis permen atau makanan ringan kepada anak-anak mereka. Padahal, sadar atau tidak, kebiasaan ini telah memberikan kontribusi dalam  merusak gigi anak-anak mereka.

Mestinya, tugas orangtua melindungi gigi anak-anak agar tidak tidak cepat rusak, sebab masa anak-anak merupakan saat yang tepat untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi melalui pola makan.

Pakar kesehatan gigi, Dr. drg. Irene Adyatmaka, dalam workshop tentang kesehatan gigi di Aula Jurusan Kesehatan Gigi (JKG) Politeknis Kesehatan Kementerian Kesehatan-Kupang belum lama ini memaparkan bahwa gigi berlubang pada anak dapat dicegah dengan peran serta dari orangtua.

Pencegahan gigi berlubang pada anak dimungkinkan asal kita bisa menjaga lingkungan mulut agar tidak asam yaitu dengan menjaga frekuensi makan, makan harus seimbang, memberikan anak makan besar, snack di antara makan besar hanya satu sekali,  anak tidak ngemut makanan.

Drg. Irene juga memperkenalkan teknologi bagi para orangtua untuk bisa langsung melindungi dan mengetahui perkembangan gigi anak-anak mereka. Selain itu, ada teknologi baru yakni terapi remineralisasi untuk mengembalikan gigi yang sudah hampir berlubang menjadi sehat.

Jadi kalau mereka menemukan ada gigi anak yang sudah mengalami demineralisasi atau mineralnya lepas, mereka langsung bisa memberikan terapi remineralisasi sehingga gigi tersebut tidak perlu lubang.

Peran inilah yang dapat diambil orang tua untuk dilakukan di rumah.

Ketua JKG Polteks Kemenkes-Kupang, drg.Jeffrey Jap yang ditemui di sela acara tersebut mengatakan, drg. Irene juga memperkenalkan satu software komputer baru "Donut Irene" yang merupakan penemuan dari hasil disertasinya dan kini telah diterapkan di BPK Penabur Jakarta. Software ini memberdayakan peran orang tua dalam mencegah risiko gigi berlubang pada anak.

Menurutnya, dalam software itu ditampilkan 15 pertanyaan faktor risiko gigi berlubang pada anak yang akan dijawab orang tua.  Jenis pertanyaan antara lain kebiasaan memakan peremen, cara makan permen apakah diemut atau dikunya serta lama permen tersebut dalam mulut, jenis makanan ringan yang bisa digunakan, kebiasaan meminum softdrink, kebiasaan menggosok gigi, mengecek perkembangan gigi anak dan lainnya.

Dan, dari hasil jawaban  akan akan diketahui hasil resiko kesehatan gigi dan mulut pada anak tersebut.  Dan, orangtua pun menjadi tahu bahwa kebiasaan memberikan makanan atau permen pada anak dan mengawasi anak merawat gigi yang kurang baik bisa menyebabkan menyebabkan besarnya risiko kerusakan gigi pada anak.

Dalam software ini, orangtua juga berperan untuk terus mengawasi perkembangan gigi anak. Orangtua bisa mengawasi gigi anak-anak dengan mengikuti perkembangan berupa batasan- batasan yang harus dilakukan anak demi terlindungnya gigi anak, atau pada intinya komitmen dan konsistensi menjaga kesehatan gigi dapat terukur dengan jelas.

"Jadi cara ini, orangtua bisa mengetahui perkembangan kesehatan gigi anak-anak mereka sekaligus mencegah agar tidak terjadi kerusakan gigi," jelasnya.

Komitmen orangtua
Menurutnya, peran orangtua adalah berkomitmen pada hal-hal apa yang akan dilakukan agar mencegah gigi berlubang pada anak di masa yang akan datang. Dan, hasil dari komitmen ini adalah fasilitas tersebut akan memberitahukan persentase tingkat kerusakan gigi anak yang dipantau serta perkiraan baru risiko gigi berlubang.

Software juga akan memberikan nasihat dan terapinya pada orangtua dalam proses pengawasan ini.

Menurut Jeffrey, Irene Dunat's ini memberikan kesempatan pada orangtua menjaga kesehatan mulut dan gigi anak-anak sejak dini. Tugas orangtua hanya mengawasi jenis makanan dan waktu makan anak-anak sehingga kadar asam dalam mulut bisa terjaga.

Ia mencontohkan, kebiasaan mengemut permen akan menambah kadar asam dalam mulut, ini jelas mempengaruhi gigi, demikian juga kebiasaan mengkonsumsi softdrink.

Menurutnya, jenis minuman sangat berpengaruh untuk meningkatkan keasaman dalam mulut. Bila kebiasaan ini tidak dibatasi, maka kemungkinan besar gigi anak-anak anda cepat rusak sebelum waktunya.

"Jadi mulailah merawat gigi anak anda sejak dini. Merawat gigi itu sejak gigi anak-anak mulai tumbuh," jelasnya. (alf)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 109 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Sabtu, 17 Desember 2011 | 09:04 WITA
Sabtu, 5 November 2011 | 09:13 WITA
Sabtu, 22 Oktober 2011 | 20:33 WITA
Jumat, 14 Oktober 2011 | 21:44 WITA
Kamis, 6 Oktober 2011 | 13:47 WITA