»Home » Kupang News » Ekbis »
Pemprop Bangun Sejumlah Dermaga di NTT
Senin, 14 Juni 2010 | 09:51 WITA

 Dinas Perhubungan (Dishub) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara bertahap membangun dermaga feri di sejumlah daerah di NTT. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan transportasi laut antarpulau.Kepala Dishub NTT, Drs. Gulam Husain mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Sabtu (12/6/2010). 

Menurut Gulam, pemerintah sementara membenahi sejumlah dermaga feri di beberapa daerah di antaranya, Dermaga feri di Lewoleba-Lembata, dermaga feri Maropokot di Kabupaten Nagekeo, di Sabu Raijua dan di Adonara, Kebupaten Flores Timur. 

"Untuk dermaga feri si Sabu sedang dikerjakan tahap kedua, sedangkan Dermaga Feri Wejarang di Lembata dan di Maropokot (Nagekeo) sudah hampir rampung. Diperkirakan selesai tahun ini," kata Gulam.

Sementara itu dermaga feri di Waiwerang, Adonara, baru dikerjakan dalam tahap pertama dan diharapkan bisa selesai sesuai waktu yang direncanakan.


Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Penyeberangan, Jusuf A Adoe menambahkan, di NTT saat ini ada 12 dermaga feri dan jika ditambah dua dermaga yang baru dikerjakan maka ada 14 dermaga.
Dibangunnya dermaga feri di Lembata dan Adonara, katanya, berujutuan memperlancar akses masyarakat setempat ke luar daerah. Dengan ada dermaga feri maka masyarakat setempat bisa dengan mudah membawa hasil pertanian dan perkebunan untuk dipasarkan di luar daerah dengan harga yang lebih baik.

Selama ini, katanya, para petani setempat sulit membawa hasil pertanian dan perkebunan seperti kelapa, kopi, kakao dan mete ke Kupang atau wilayah lain di NTT karena biaya transportasi terlalu mahal. "Karena itu dengan kehadiran dermaga ini, bisa membuka isolasi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat," katanya. (yel)

Ada 24 Lintasan 
MANAJER Operasi PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Arnol Yansen mengatakan, kapal-kapal feri yang ada selama ini melayani 24 lintasan penyeberangan di NTT. Ke-24 lintasan itu terdiri dari enam lintasan komersial dan 18 lintasan pelayaran perintis. Pelayaran perintis disubsidi oleh pemerintah pusat.

Lintasan-lintasan penyeberangan itu dilayani 10 unit kapal feri yang dikelola ASDP dan satu unit, yakni KMP Ile Boleng yang dikelola Dishub NTT.

Menurut Arnol, dari 10 armada itu, PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang mengoperasikan tujuh armada, yakni KMP Ile Ape, KMP Ile Mandiri, KMP Cucut, KMP Uma Kalada, KMP Balibo, KMP Rokatenda dan KMP Namparnos yang melayani rute Lembata, Kalabahi, Baranusa (Kabupaten Alor). KMP Namparnos ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Alor. 

Dua armada lain dikelola PT Indonesia Ferry Cabang Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB) antara lain, KMP Ine Lika, dengan rute lintasan Labuan Bajo-Sape (NTB) dan Sape-Waekelo (Sumba Barat Daya). 
 Ada juga satu armada yang dikelola PD Flobamor, yaitu KMP Pulau Sabu dengan lintasan Teluk Gurita- Kisar (Maluku Barat Daya).

"Dari sejumlah lintasan itu, intinya ada dua lintasan yaitu lintasan komersial dan lintasan perintis atau penugasan. Lintasan komersial terdiri dari enam lintasan yaitu, lintasan Kupang-Rote, Kupang-Larantuka, Kupang-Kalabahi, Kupang-Sabu , Kupang-Aimere, dan lintasan Kupang-Waingapu. Sedangkan lintasan lainnya masih bersifat penugasan atau perintis. (yel)

 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 42 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 25 Januari 2012 | 20:58 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:15 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:09 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:41 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:36 WITA