YOGYAKARTA, POS KUPANG.Com -- Tarian hegong yang energik yang mengarak tiruan binatang komodo, memukau ribuan warga Yogyakarta yang menyaksikan pawai budaya dalam acara pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) Tahun 2010, Senin (7/6/2010).
Sepanjang pawai sekitar enam kilometer yang dimulai dari alun-alun utara Keraton Yogyakarta hingga Puro Pakualam, ribuan warga yang menonton dari pinggir jalan memberikan sambutan yang luar biasa. Aplaus warga memberi semangat pada para penari hegong yang mengarak patung komodo.
Musik tradisional gong waning yang mengiringi penari hegong mulai menghentak, saat kontingen NTT ini tampil pada urutan keenam. Sebanyak 60 penari langsung beraksi mengikuti irama gong gendang. Aplaus penonton mengapresiasi para penari hegong tersebut.
Di belakang para penari ini, sebuah tiruan binatang komodo ukuran besar, diusung para pemuda dengan pakaian tradisional Manggarai. Mereka adalah para pemuda dari Kupang. Seorang pemuda dengan pakaian tradisional NTT, berdiri di atas punggung komodo yang diusung para pemuda. Pria di atas komodo ini pun menari hegong membuat penampilan tim dari NTT ini menyedot perhatian dan pujian warga.
Pawai melewati Jalan P Senopati terus ke Jalan Sultan Agung, melewati Jembatan Sayiden dan berakhir di Puro Pakualam. Di sepanjang jalan, banyak orang yang tertarik dan mengabadikan "kontingen hegong-komodo" itu, dengan kamera.
Ketua Panitia FKY XXII, Karsidi Hadi Prayitno dalam laporannya mengatakan FKY yang sudah berlangsung 22 tahun itu merupakan salah satu bentuk komitmen para seniman. Acara ini juga merupakan wadah untuk berekpresi bagi para seniman, khususnya di Yogayakarta.
FKY tahun ini berlangsung selama sebulan yaitu sejak Senin (7/6/2010) hingga 7 Juli 2010. Kegiatan ini diikuti oleh 3.000 seniman Yogyakarta. Sementara pawai budaya yang merupakan acara pembukaan yang diikuti oleh tim-tim kesenian yang diundang. Pada pawai budaya kali ini diikuti tim kesenian dari lima kabupaten di DIY, sementara tim kesenian dari propinsi lain adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Karsidin, kehadiran tim kesenian dari NTT bersama Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadikan KIY istimewa, karena menyuguhkan kesenian dari luar Yogyakarta.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Sekda DIY, Tri Harjun Ismaji saat membuka FKY mengatakan, FKY ini merupakan kesempatan bagi seniman untuk mengepresikan diri lewat karya. Kegiatan ini juga untuk mendukung pencapaian Yogyakarta sebagai kota budaya. (alf)
salut dan congrat ya........semoga lewat promosi ini NTT semakin di kenal dan semoga di kenal di mata dunia. suport untuk pemuda pemudi selalu tingkatkan kreasinya dalam ajang nasiaonal dan internasional.tolong dunk untuk pemerintah harus dapat membantu mereka khususnya departemen kebudayaan jangan terima yg enaknya saja,tapi harus berkorban juga dalam memfasilitasi kreasi2 pemuda pemudi NTT
kalau kreasi seni dengan kualitas penampilan yang memukau penonton di DI Yogyakarta, maka kualitas seniman dari Provinsi NTT yang selalu dikatakan buruk dari semua ruang, dapat menunjukkan jati dirinya sebagai daerah dan wilayah yang menyimpan segudang potensi. Toh Komodo dan Kelimutu, adalah dua keajaibaa dunia, yang selalu lupa dikembangkan dalam proses pembangunan daerah. Kenapa dua keajabaian dunia ini tidak dijadikan pembangunan andalan atau utama? kita merindukan pemikir pembangunan NTT
Congratulation buat rekan-rekan yang telah mempromosikan budaya NTT khususnya tarian hegong semoga kedepannya kita tetap semangat untuk melakukannya.