»Home »Regional NTT » Humbalorata » Anakalang »
Embung Lokujange Topang 400 Ha Sawah
Laporan Ferry Ndoen
POS KUPANG/PETRUS PITER
Bangunan Embung Lokujange pasca pekerjaan konstruksi rehabilitasi berat guna menopang air pertanian masyarakat petani di wilayah Anakalanga. Gambar diabadikan, Selasa (1/6/2010).
Senin, 7 Juni 2010 | 14:01 WITA

KUPANG, Pos Kupang.Com --  Embung Lokujange mampu menopang kebutuhan air untuk mengairi ersawahan irigasi semi teknis sekitar 400 hektar di lokasi persawahan tadah hujan di wilayah Anakalang.

Hal ini dibenarkan Kepala SNVT PPSDA NT II, Ir. Budi Sucahyono, melalui Koordinator Teknik, Pahlawan Perang, ST, MT, saat ditemui di Kupang, Sabtu    (5/6/2010). Pahlawan dikonfirmasi terkait berakhirnya masa pemeliharaan proyek Embung Lokujange di Anakalang, Kabupaten Sumba Tengah yang dibangun selama tiga tahun (multiyears).

Pahlawan Perang didampingi, Ariyanto Abdul Rahman, pengawas Pengembangan Konservasi Sumber Daya Alam (PKSDA),  menjelaskan, tim FHO baru selesai memantau  lokasi Embung Lokujange di Desa Umbu Pabal dan Konda Maloba, Kecamatan Katikutana,  Sumba Tengah, pekan lalu, untuk melihat kondisi embung selama masa pemeliharaan satu tahun terakhir. Pemerintah melakukan rehabilitasi berat embung ini menggunakan dana loan selama tiga tahun (2006-2009).

"Tim terdiri dari Beny Tefnay, Devy Kay, Ariyanto bersama pendamping dari  PT Adhi Karya, Iman dan Nurul Hamdani baru kembali memantau langsung bangunan Embung Lokujange pasca penyerahan tahap pertama tahun 2009 lalu. Hasil evaluasi tim ini akan menjadi bahan masukan untuk penyempurnaan sebelum dilakukan penyerahan tahap kedua (FHO) kepada pemilik proyek/pemerintah," jelasnya.

Menyinggung hasil pemantauan tim FHO di lokasi Embung Lokujange, dia menjelaskan, bangunan konstruksi tidak ada masalah. Namun perlu pembersihan rumput dan beberapa tanaman seperti lamtoro.
Menurut dia, daya tampung air di perut Embung Lokujange sekitar 400 ribu meter kubik dengan luas genangan 12,82 ha. Sementara lahan potensial sekitar embung sekitar 1.000 ha lebih.

"Keberadaan embung selain  menopang air untuk areal irigasi semi teknis dan sawah tadah hujan di Anakalang saat curah hujan relatif kecil, namun juga untuk konservasi sumber air. Pasalnya, air dari perut embung ini bisa menimbulkan sumber air tanah baru. Air embung juga bisa dimanfaatkan masyarakat di wilayah hilir serta untuk keperluan air minum ternak yang dilepas liar di padang," tegas mantan Asisten Teknik PPK Irigasi I Wilayah Timor, Rote Alor ini.

Dua orang warga Anakalang, Desa Wairasa, Kecamatan Katikutana, Wempy Lodja dan Mawu dihubungi per telepon, Jumat kemarin mengatakan, masyarakat di Anakalang selalu memanfaatkan waktu luang untuk pergi mancing ke Embung Lokujange.

Pasalnya, pemerintah Sumba Tengah melalui Dinas Perikanan setempat melepas ribuan bibit ikan ke perut embung dalam beberapa tahun terakhir. "Ikan hasil tangkapan cukup besar seperti mujair, gurami dan hasil pancing cukup untuk kebutuhan lauk pauk keluarga," kata Wempy dan Mawu. (fen)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 71 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Selasa, 1 November 2011 | 01:32 WITA
Minggu, 23 Oktober 2011 | 00:32 WITA
Jumat, 30 September 2011 | 23:11 WITA
Kamis, 29 September 2011 | 22:48 WITA
Selasa, 13 September 2011 | 23:22 WITA