KEFAMENANU, Pos Kupang.Com -- Sejumlah istri anggota DPRD TTU melakukan kunjungan kasih ke Panti Rawat Gizi Bitefa, Kamis (27/5/2010). Di panti ini sedang dirawat empat pasien balita gizi buruk. Satu di antaranya masuk kategori gizi buruk yang terparah.
Pengelola Gizi, Landalinus Nahak, didampingi Kepala Puskesmas Bitefa Ana Loe, mengatakan, penghuni panti ini seluruhnya lima pasien balita. Namun satu anak penderita gizi buruk dipaksa pulang oleh keluarganya.
Untuk tahun 2010, sejak Januari hingga akhir Mei, sebanyak 27 pasien anak yang bermasalah dengan gizi dirawat di panti ini. Tahun 2009 lalu, pada periode Januari-Desember 2009, dirawat 41 anak. Mereka umumnya murni menderita gizi buruk. Perawatan umumnya berlangsung selama dua minggu. Sedangkan yang mengalami komplikasi dirawat lebih lama lagi.
Shinta Nailiu, istri Ketua DPRD TTU, mengatakan, kondisi anak-anak di Panti Rawat Gizi Bitefa sangat memprihatinkan. Hasil pantauan mereka di panti ini, kebanyakan anak-anak yang dirawat belum pulih kondisinya, namun ada yang dipulangkan secara paksa oleh keluarganya.
Mereka membawa pulang paksa dengan alasan tidak bisa mendampingi anaknya dalam perawatan di panti ini karena pada saat yang bersamaan harus mengerjakan kebun.
Karena itu, penyuluhan dan pemahaman tentang pentingnya pendampingan selama masa perawatan perlu diberikan kepada orangtua anak. Jika dipulangkan paksa, anak-anak ini akan putus pemberian bantuan gizinya.
"Anak gizi buruk salah satu penyebabnya jarak melahirkan terlalu dekat sehingga anak-anak tidak memperoleh perhatian yang fokus," kata Shinta.
Heppy Ndale, istri Franky Saomniah, Wakil Ketua DPRD TTU, berharap anak yang keluar dari panti ini tetap diberi bantuan sehingga menunjang kelanjutan perbaikan gizinya.
Menurut Heppy, tujuan kunjungan istri para anggota Dewan ini sebagai bentuk kepedulian sosial. Ini program kunjugan kedua. Kunjungan pertama dilakukan ke Panti Kusta Naop, Maret 2010 lalu.
"Kendala yaang dihadapi panti rawat gizi ini akan menjadi masukan kepada DPRD TTU," ujarnya. (dd)
Istri anggota DPRD TTU ke Panti Gizi:
Nama Suami
Shinta Nailiu Robby Nailiu
Heppy Saunoah Frangky Saunoah
Lie Radja Hery Radja
Nena Naif Yasintus Naif
Iin Lake Anton Lake
Ani Salem John Salem
Erna Talan Alo Talan
Catatan: Istri Dewan lainnya berhalangan
"Mereka membawa pulang paksa dengan alasan tidak bisa mendampingi anaknya dalam perawatan di panti ini karena pada saat yang bersamaan harus mengerjakan kebun." membaca kalimat ini, muncul pertanyaan dalam diri saya; pertama: berarti pendamping anak kurang gizi itu adalah orang tua mereka? kalau ya, pertanyaan lain muncul "tapi panti!" Siapa pengelolanya dan bagaimana cara kerja panti itu?
Support ! Itu teladan baik bagi para isteri pejabat eksekutif dan yudikatif di TTU. Dekat,membantu,menolong dengan kaum yg susah,miskin,perlu pertolongan adalah bentuk solidaritas yg mesti dipertahankan dan dilanjutkan.Para isteri legislator, salut buat anda.
Terima kasih buat istri para anggota dewan, semoga dengan adanya kunjungan tersebut permasalahan yang selama ini dihadapapi saudara - saudara kita dapat dengan cepat teratasi.Teruslah berkarya.