»Home » Regional NTT » Floresa »
Syarifah Sifat
Pemuda Lintas Agama Amankan Samana Santa
Sabtu, 27 Maret 2010 | 14:50 WITA

Pengamanan tersebut melibatkan anggota polisi 264 orang, Polisi Air Polda NTT  35 orang, anggota Kodim 1602 sebanyak 97 orang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 55 orang, Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) 30 orang, Orang Muda Katolik (OMK) 100 orang, Remaja Mesjid 40 orang, Pemuda Hindu Darma lima orang, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), dan Linmas 160 orang.

Daerah pengamanan di Kota Larantuka, yakni gereja-gereja, kapela-kapela, hotel, losmen, penginapan di Keuskupan Sharon, biara-biara dan rumah-rumah penduduk.

"Pengamanan kita lakukan secara menyeluruh terhadap seluruh warga,  baik pendatang maupun lokal, para tamu VIP, pejabat negara, pejabat asing, tamu kehormatan negara asing,  wisatawan domestik dan manca negara," kata Kapolres Flotim, AKBP Drs. Muhamamd Syamsul Huda, kepada Pos Kupang, Jumat (26//3/2010). Saa itu Huda didampingi Kasat Serse,  AKP  I. Made Pasek Riawan, S.H, M.Hum.

Dia menjelaskan, kondisi Flotim secara keseluruhan aman, termasuk Kota Larantuka sangat kondusif. "Konflik yang terjadi di Lamahala dan Horowura tetap dalam pantauan kami. Dan, kami yakin warga di masing-masing desa memahami dan menghargai prosesi perayaan agama," ujarnya.

Huda mengatakan, pihaknya telah melakukan gelar operasi Samana Santa. Pengamanan, lanjutnya, dilakukan mulai hari Sabtu (27/3/2010), saat misa anak-anak dengan prosesi keliling dilanjutkan dengan Minggu Palma (28/3/2010) dan Rabu (1/4/2010), masuk Tikam Tiro hingga puncak acara pada prosesi Jumat Agung.

"Rapat koordinasi dengan pemerintah dan pihak gereja serta mitra kita yang ikut melakukan pengamanan telah kita lakukan. Tinggal menunggu rapat pemantapan dan selanjutnya pelaksanaan keamanan. Untuk keamanan Polres, siap di-back up oleh mitra," katanya.

Ia menjelaskan, pada Rabu (1/4/2010) nanti, ada beberapa jalur yang harus ditutup untuk umum seperti di jalan menuju Gereja Katedral. Juga beberapa jalur lain karena akan dilakukan Tikam Tiro. "Jalur untuk umum nanti kita atur mengikuti jalur jalan yang ada dalam Kota Larantuka," ujarnya.

Huda mengatakan, pihaknya juga akan melakukan operasi senjata tajam (sajam) yang dibawa bebas oleh masyarakat saat prosesi Samana Santa. "Kita akan razia senjata tajam dan sejumlah barang yang dilarang dan dapat menimbulkan keonaranan dalam prosesi Samana Santa. Kita imbau masyarakat jangan membawa sajam keluar rumah tanpa keperluan yang jelas," kata Huda.  

Manajemen PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Kupang, menambah frekwensi pelayaran kapal feri lintas Kupang - Waibalun, Larantukan, Kabupaten Flores Timur. Hal ini untuk mengakomodir  warga yang hendak mengikuti pekan suci Paskah di Kota Larantuka.

Pemimpin PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, Poltak Nc L Gaol, menyampaikan hal itu melalui Manajer Operasi, Arnol Yansen, Jumat (26/3/2010). Dia ditemui berkaitan dengan pelayanan kapal feri lintasan Kupang - Larantuka menjelang Paskah 2010. "Kita sudah antisipasi dengan menambah frekwensi pelayaran khusus ke Larantuka dari dua kali seminggu menjadi tiga kali seminggu," kata Arnol.

Dia menjelaskan, hari Minggu (28/3/2010), ada dua kapal feri melayani Kupang -  Larantuka. Dua kapal itu, yakni  Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Rokatenda dan KMP Cucut. Pada hari Selasa (30/3/2010) dan Kamis (1/4/2010) dilayani KMP Balibo.
"Untuk mengoptimal pelayanan, apabila penumpang cukup banyak, maka barang dan kendaraan tidak diangkut. Kita utamakan manusia," ujarnya.

Panitia perayaan lima abad Samana Santa di Kupang,  menyiapkan sebuah kapal feri berkapasitas 220 penumpang untuk membantu para peziarah ke Larantuka. "Kapal yang disiapkan ini untuk membantu para peziarah Katolik dari daratan Timor yang mengalami kesulitan transportasi ke Larantuka, Ibu kota Kabupaten Flores Timur untuk mengikuti perayaan lima abad Samana Santa," kata Ketua Panitia Perayaan Lima Abad Samana Santa di Kupang, Pieter da Santo,S.H, Jumat (26/3/2010).

Pieter menjelaskan, kapal feri yang disiapkan panitia merupakan bantuan dari Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, untuk membantu peziarah yang akan mengikuti kegiatan Pekan Suci (Samana Santa) dan Prosesi Jumat Agung di Larantuka.

Prosesi Jumat Agung dapat dihayati sebagai perenungan mengikuti perjalanan Bunda Maria yang begitu berduka cita dalam mengikuti penderitaan putranya Yesus Kristus.
Bagi Kota Reinha (sebutan khas untuk Larantuka), Prosesi Jumat Agung mempunyai sentuhan tersendiri sejak proses Samana Santa sampai dengan Sabtu Santo (sehari menjelang Minggu Paskah yang dikenang sebagai hari Kebangkitan Yesus Kristus).
Larantuka secara historis-religis, juga terkenal dengan sebutan Kota Reinha.  Kota tua kecil yang terletak di bawah kaki Gunung Ile Mandiri itu, telah menyerahkan seluruh kehidupannya kepada perlindungan Bunda Maria.

Sejarah mencatat, semenjak kedatangan Portugis antara abad XV-XVI, sejak itu pula pengaruh Portugis mulai tertanam dalam proses kehidupan masyarakat Larantuka.  Salah satu peninggalan terbesar dan tetap terus dilanjutkan hingga sekarang ini adalah pelaksanaan ritus Prosesi Jumat Agung pada Paskah setiap tahun.

Sebelum dilaksanakan Prosesi Jumat Agung, sejak Kamis (1/4/2010) malam hingga Jumat (2/4/2010) siang, umat Katolik diberi kesempatan berdoa dan mencium Tuan Ma di Kapela Tuan Ma, berdoa dan  mencium Tuan Ana di Kapela Tuan Ana.

Prosesi Jumat Agung, sebuah perarakan yang begitu semarak dan sakral, sementara puteri-puteri Yerusalem meratapi penderitaan dan kesengsaraan Yesus Kristus dalam alunan "eius domine".  

Pada setiap Armida (perhentian), dalam keheningan nan bening, ketika semua doa dan lagu dihentikan berkumandanglah ratapan Kristus yang memilukan...O vos omnes est dolor sicut dolor meus...(Wahai kalian yang melintas di jalan ini, adakah deritamu sehebat deritaku).

Lagu pilu ini dinyanyikan oleh seorang perempuan berkerudung biru, sembari  perlahan-lahan membuka gulungan berlukiskan "ecce homo" (wajah Yesus bermahkota duri yang berlumuran darah).  Momentum ini mengingatkan umat Kristiani dunia akan peristiwa Veronika menyapu wajah Yesus ketika dalam perjalanan berdarah menuju bukit tengkorak.

Pieter mengatakan, insiatif menyediakan sarana transportasi laut ke Larantuka  karena pada tahun-tahun sebelumnya, para peziarah dari Pulau Timor dan Sumba tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Larantuka untuk mengikuti prosesi karena tidak ada sarana transportasi laut.

Dia mengatakan kapal dijadwalkan berangkat ke Larantuka pada Selasa (30/3/2010) agar para peziarah bisa mengikuti prosesi yang dimulai pada hari Rabu Trewa (31/3/2010) dan kembali pada Sabtu (3/4/2010) atau satu hari setelah prosesi Jumat Agung pada 2 April 2010. (iva/yel/ant)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 135 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Memang dalam era globalisasi ini, sikap eksklusif harus dihapuskan dari kehidupan bermasyarskat, berbangsa dan bernegara dan beragama, lebih-lebih pada masyarakat yang pluralis seperti Indonesia ini.Keterbukaan akan mendorong orang untuk semakin terbuka membangun komunikasi dan dialog dengan kelompok lain. Komunkai dan dialog yang jujur dan tulus akan menciptakan suasana yang aman dan damai antar umat beragama. Proficiat untuk mesyarakat Flores Timur, khususnya Umat Larantuka dalam merayakan 500 tahun Tuan Ma

Komentar Oleh: Lks Hyn JKT | Jumat, 8 Oktober 2010 | 15:24 WITA

Kini waktunya umat Katolik melakukan dialog karya, bukan hanya dialog beragama secara teoritic saja. Sudah waktunya kita mewartakan Kristus yang bangkit bukan dengan bendera melainkan dengan dialog karya nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Komentar Oleh: Agustinus Sukarno | Minggu, 4 April 2010 | 11:13 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Kamis, 9 Februari 2012 | 11:53 WITA
Kamis, 9 Februari 2012 | 11:48 WITA
Rabu, 8 Februari 2012 | 22:38 WITA