KUPANG, POS KUPANG.Com -- Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kupang memprediksi membutuhkan darah 700 kantong setiap bulannya, terdiri dari golongan A, B, AB dan O.
"Dari fakta yang ada selama ini, untuk memenuhi kebutuhan darah bagi pasien di beberapa rumah sakit yang ada di Kota Kupang, membutuhkan 600-700 kantong darah," kata Ketua PMI Cabang Kupang, dr. Samson E Theron, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/3/2010).
Menurut Theron, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI melakukan sistim jemput bola. Jika ada instansi pemerintah dan non pemerintah atau lembaga, badan swasta yang punya kegiatan donor darah, PMI akan terjun langsung ke lokasi untuk pengambilan darah.
"Saya mengharapkan bagi para pendonor darah yang telah rutin mendonorkan darahnya atau masyarakat yang ingin mendonor darahnya di kantor PMI, Jalan Veteran. Dalam jangka waktu 10-12 minggu para pendonor dapat kembali menyumbangkan darah. Stok darah akan aman dalam jangka waktu satu bulan, jika setiap hari ada 25- 30 orang yang menyumbangkan darah," katanya.
Stok darah yang ada saat ini, demikian Theron, sebanyak 150 kantong. Di bank darah RSU Kupang sebanyak 106 kantong, sedangkan yang ada di PMI 45 kantong darah.
"Jumlah kantong darah yang ada saat ini bisa bertahan tiga sampai empat hari ke depan," katanya.
Theron mengatakan, semua darah yang didonor oleh para pendonor tidak bisa dihargai. Pada dasarnya, yang diganti para pasien bukan biaya darah tetapi biaya pengolahan darah.
Menurut Theron, semua darah yang keluar dari PMI harus ada biaya pengganti pengelolaan darah. Biaya ini yang harus diganti para pasien. Dengan mengganti biaya, bukan berarti PMI melakukan jual atau beli darah.
"Opini ini yang sering terjadi di masyarakat. Masyarakat berasumsi bahwa jika ada keluarganya yang menggunakan darah, maka darah tersebut harus dibayar," katanya.
Theron merincikan, biaya pengolahan darah yang harus diganti, untuk pasien umum Rp 149.800,00 per kantong, pasien Jamkesmas Rp 120.000,00 per kantong, sedangkan untuk pasien Askes, Rp 125.000,00 per kantong.
Biaya yang dikeluarkan para pasien, jelas Theron, untuk menggantikan beberapa item biaya yang dikeluarkan seperti pembelian kantong untuk isi darah, biaya pemeriksaan HIV, Hepatitis B dan C dan biaya pemeriksaan civilis serta biaya untuk mencocokkan darah yang didonor dengan darah pasien yang membutuhkan. "Semua darah dari pendonor harus diolah dan dipisahkan," katanya. (den)