Perihal pelantikan pengurus wilayah Nasdem ini dikemukakan Ketua PP Nasdem, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H, didampingi Wakasekjen, Melkiades Laka Lena, Prof. Dr. Fred Benu, Laurensius Sato dan Ketua Panitia Aleks Ena pada jumpa pers di Depot Nelayan, Kupang, Minggu (14/3/2010). Sebelum pelantikan pengurus, Nasdem menyelenggarakan sejumlah kegiatan, antara lain seminar tentang pendidikan di Unkris, Senin (15/3) dan di Unwira, Selasa (16/3).
Menjawab pertanyaan soal afiliasi Nasdem ke partai politik, Fred Benu menegaskan, Nasdem adalah ormas bukan partai politik. Nasdem hadir untuk membawa perubahan, baik di tingkat nasional maupun daerah NTT. Dalam tubuh Nasdem, kata Fred Benu, ada orang Golkar, Demokrat, PDIP dan akademisi. Nasdem, kata Fred Benu, tidak ada niat sama sekali untuk membentuk partai politik.
"Kalau Nasdem ada unsur politiknya, pasti saya tidak ikut bergabung. Saya ini orang akademisi, tidak mungkin bergabung dengan Nasdem jika ada muatan politiknya," kata Fred Benu.
Viktor Laiskodat menambahkan, Nasdem hadir untuk bangsa dan daerah ini. Nasdem betul-betul mau bekerja untuk keadilan sehingga tidak terjadi kapitalis sosial. Nasdem berkeinginan menciptakan keadilan di bangsa ini. "Jangan sampai ada yang omong sopan santun, tapi malingnya tetap berjalan. Hal ini yang akan dilawan oleh Nasdem sehingga tercipta keadilan di negara ini," kata Laiskodat.
Laiskodat mengingatkan publik agar jangan mencurigai Nasdem. Nasdem betul- betul mau berbuat apa yang belum dibuat pemerintah untuk masyarakat. "Bicara politik banyak komplikasinya, tapi bagaimana kita berbuat untuk daerah ini, itu yang Nasdem lakukan. Bagaimana kita membangun NTT. Saya pernah calon gubernur yang terus gagal tapi saya tidak berpikir negatif terhadap daerah ini," kata Laiskodat.
Ditanya soal apa yang Nasdem buat untuk mendukung program Pemerintah NTT menjadikan daerah ini sebagai propinsi jagung, ternak, koperasi dan cendana, Laiskodat menegaskan, apa yang dicanangkan pemerintah sudah baik sehingga perlu didukung. Nasdem akan turun ke desa-desa memberikan pendampingan kepada petani agar profesional. "Kami sudah lakukan itu. Kami kerja diam-diam, tidak usah ribut-ribut. Kami mendampingi masyarakat desa yang mau beternak babi dan mendorong agar usaha mereka menjadi lebih besar," kata Laiskodat.
Soal jagung, kata Laiskodat, dari dulu masyarakat NTT menanamnya. Demikian cendana, dari dulu orang TTS menanam cendana walau hasilnya bukan mereka yang menikmati. Yang terpenting di NTT adalah menyiapkan SDM di bidang perikanan dan keluatan. "Mestinya pemerintah menggandeng Undana membuka jurusan spesifik perikanan dan kelautan, misalnnya jurusan khusus budi daya rumput laut, budi daya mutiara dan lain-lain, sehingga potensi yang kita miliki bisa dikembangkan oleh masyarakat kita. Jangan sampai kita punya kekayaan, tapi orang lain yang menguasai," kata Laiskodat. (gem)