»Home » Regional NTT » Floresa »
DPRD Nagekeo Soroti Dinas PU
Selasa, 16 Maret 2010 | 15:31 WITA

Anggota Komisi B  meminta pertanggung jawaban Kadis PU setempat karena jalan hotmiks dilaburi pakai semen.
Sebelum rapat dewan,  angota komisi  bersama pemerintah turun ke lokasi untuk memantau bersama. Saat meninjau ke lokasi pekerjaan jalan hotmix, anggota Komisi B dan Wakil Ketua DPRD Nagekeo,  Thomas Tiba alias Toti serta Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU), Mikhael Padi sempat terkejut soal sistem kerja jalan itu.

Hal ini dikatakan Mikhael Padi menjawab pertanyaan Toti tentang alasan jalan hotmiks dilaburi semen minyak.

" Pekerjaan didepan mata saja sudah seperti ini apa lagi
yang jauh dari pemantauan," kritik Toti

Usai memantau pekerjaan jalan hotmix di wilayah RT 12,Lingkungan Paudo II, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, anggota DPRD dan Kadis PU kembali ke ruang sidang dewan untuk melanjutkan sidang dengar pendapat.

Kadis PU Nagekeo, Mikael Padi  menjelaskan hingga saat ini realisasi keuangan proyek  pekerjaan itu sudah mencapai 80 persen. Sementara fisik pekerjaan berdasarkan laporan sudah 100 persen.

Dia mengatakan, kondisi yang terlihat di lapangan pada titik yang terjadi retakan diduga akibat lapisan minyak. Lapisan hotmiks terlihat berbeda antara titik yang satu dengan titik yang lain. Hal ini yang diduga menjadi penyebab jalan retak dan harus
dibongkar.

"Meskipun demikian dalam laporan kami tetap menyampaikan pekerjaan 100 persen untuk menyelamatkan dana stimulus tahun
depan," kata Padi.

Ketua Komisi B, Safar, SH dalam sidang dewan tersebut mengatakan, konsultan perencana adalah pihak yang paling bertanggung jawab terkait pekerjana proyek ini.

Konsultan dinilai  tidak menjalankan tugasnya dengan baik sehingga masalah pekerjaan ini harus di mejahijaukan karena dinilai elemen yang mengerjakan paket ini lalai dalam menjalankan tugasnya sesuai amanat kepres. "Kalau hanya untuk menyelamatkan dana stimulus apa gunanya kalau proyek tidak berkualitas," katanya.

Pantauan Pos Kupang, Senin (15/3/2010) sejak pukul 10.00-19.30 Wita sidang dengar pendapat berlangsung alot. Anggota Komisi B menyoroti kinerja pemerintah terkait masalah pekerjaan jalan hotmix yang dilaburi semen.

Usai pemantauan di lokasi pekerjaan, staf Dinas PU bernama Elvis nyaris digebuk warga RT 12, Lingkungan Paudo II karena ia memaki dan mengancam wartawan yang memberitakan kasus jalan tersebut. Dia menuduh ada pihak lain yang sengaja
merusak proyek tersebut. (ee)
 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 63 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

persoalan ini berangkat dari ketidak sesuaian menempatkan jabatan dewan yang menangani persoalan pembangunan tidak sesuai dengan disiplin ilmu teknik, bagiku sama saja kalian memberikan kritikan terhadap pembuatan jalan sementara kita sendri tdk paham persoln tersebut, menurutku langka awal adalah kita harus perlu adanya keterbukaan dari pihak PU dan juga kejujuran terhadap dewan terhadap persoalan tersebut dan juga semua pihak operasional proyek agar lebih profesional agar hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan,,,,,

Komentar Oleh: makassar | Minggu, 18 April 2010 | 22:29 WITA

Semua kesemrawutan perpulang kepada masalah kepemimpinan mengenai jalan asal jadi itu merupakan produk langsung dari masalah kepemimpinan ya seperti jalan itu tambal sulam tidak tahu arahnya mau ke mana?

Komentar Oleh: Os | Minggu, 28 Maret 2010 | 18:16 WITA

Ngawurrrrrrrrrr, jl dalam kota ko dikasih semen, emangnya jalan di gang apa. Minta KPK usut itu, pasti ada yang tidak beres.

Komentar Oleh: Konrad | Sabtu, 20 Maret 2010 | 16:48 WITA

Sedih juga, kabupaten masih baru, PAD belum seberapa besar, tapi korupsi sudaha mulai nampak. Memang korupsi sudah tak mungkin diberantas di indonesia dari jakarta sampai mbay. Anggota DPR berkewajiban untuk kontrol itu semua. Tapi jangan-jangan itu juga kamuflase saja, karena kalau sudah diberi uang, semuanya beres. Masyarakat Mbay diharapakan untuk bangkita mengkritisi hal seperti ini

Komentar Oleh: Domikus nono | Rabu, 17 Maret 2010 | 14:58 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 12:35 WITA
Rabu, 8 Februari 2012 | 10:35 WITA
Rabu, 8 Februari 2012 | 10:14 WITA
Rabu, 8 Februari 2012 | 00:32 WITA