Motivasi kepada anak NTT ini ia lakukan karena dirinya tahu saat ini kebutuhan perusahan penerbangan/maskapai dalam mencari seorang penerbang cukup tinggi.
"Saya selalu memotivasi anak NTT yang ada dsini agar mereka mau melirik perofesi sebagai penerbang kaerna kebutuhan untuk menjadi penerbang saat ini sangat tinggi. Mereka harus berani ke luar dari NTT untuk 'bertarung' di Jawa karena peluang untuk menjadi seorang penerbang/pilot saat ini sangat tinggi. Kita anak NTT sebenarnya tidak kalah potensinya dengan anak- anak yang ada di wilayah barat. Asal kita mau berusaha meraih cita-cita itu dengan sebuah ketekunan," kata Kopsy berapi-api, saat ditemui di kediaman orangtuanya di Jalan Soeharto-Kota Kupang, Selasa (16/3/2010).
Suami dari Velly Rodja ini mengaku banyak anak NTT yang saat ini sudah menjadi penerbang. Dan ini merupakan sebuah kebangaan bagi daerah ini.
Dan, saat ini salah satu putranya juga telah mengikuti jejaknya menjadi seorang pilot.
Dia mengaku anaknya baru selesai pendidikan di lembaga BIFA/ Bali International Life Academy, sebuah sekolah penerbangan yang ada di Denpasar-Bali.
"Anak saya, Carlo Saba (21) aru selesai pendidikan di BIFA dan diwusuda di Jakarta tanggal 6 Maret 2010 lalu. Saat ini dia sudah joint di maskapai Garuda. Kita selalu beri anak-anak kebebasan untuk memilih tanpa ada paksaan dan salah satu anak saya memilih jadi penerbang," jelas Kopsy.
Kopsy yang saat ini domisili bersama keluarganya di Serpong, Tangerang mengaku dirinya sudah sembilan tahun bergabung dengan Lion Air, daan saat ini ia dengan intensitas tinggi membawa jemaah haji umroh ke Jedah menggunakan pesawat Boeing 747-400, sebuah pesawat seri baru yang baru dluncurkan perusahan Boeing.
Figur yang satu ini juga yang menerbangkan perdana pesawat Boeing 747-400 pesanan Lion Air dari Amerika menuju Jakarta dengan daya jelajah hingga belasan jam dari Amerika Serikat.
Kopsy mengaku saat ini cukup banyak anak NTT yang menjadi pilot/penerbang yang sudah menyebar disejumlah maskapai, seperti Natalis Krones di Macau Air, Ferdy Krones di Sriwijaya Air, Dandy yang juga putra Ferdy Krones di Garuda Indonesia/ Juga, Rizau Soh di Malaysia Air, Risa di Sriwijaya dan Pius anak Flores bertugas di Batavia. "Kalau saya bersama Yan Malo, anak Sumba saat ini di Lion Air," jelas Kopsy. (fen)
Biodata:
Nama :Alex Kopsy Saba (49)
Istri :Valentina Rodja
Anak: Doglas Saba (22) Mhs FH Pelita Harapan-Smt VIII
Carlo Saba (21) Tamatan BIFA
Ros Saba (13) SMP Strada-Serpong
Motivasi merupakan sesuatu yg sangat mudah dilakukan kalau kita mengharapkan putra/i daerah kita mau menjadi penerbang,...motivasi saja tidak cukup!!! Pernahkah kita berpikir bahwa faktor ekonomilah yg selalu menjadi kendala saat putra/i daerah kita mau melanjutkan studi ke jenjang yg lbh tinggi??? jangankan jadi penerbang,...berpikir untuk kulia saja masih sering terbentur pada suatu faktor masalah,...mau ambil uang dimana ko bayar tu doi kulia??? Semua akan terwujud kalau ada perhatian khusus dari pemerintah untuk putra/i daerah yg berprestasi dan bisa bertanggungjawab!!! Thanks Pos Kupang