Pemerintah tidak bisa mengalokasikan dana khusus untuk pengadaan pembangkit karena anggaran pembangunan sangat terbatas.
"Kita memberikan kesempatan seluas - luasnya kepada investor untuk menanamkan modal dan pemerintah siap menandatangani kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MOU)," kata Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki,MS,Ph.D, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/3/2010).
Titu Eki mengatakan, bahwa kebutuhan listrik bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kupang sangat mendasar, sehingga perlu ada upaya penanggulangan.
Saat ini, kata Titu Eki, Pemerintah Propinsi NTT telah bekerja sama dengan pengusaha asal Semarang, Jawa Timur untuk membangun jaringan listrik di daratan Timor. Jika berhasil, kebutuhan masyarakat akan Listrik di daratan Timor bisa terpenuhi.
Tapi sebaliknya, jika tidak berhasil, Pemkab Kupang akan memberikan kesempatan kepada investor yang mau membangun pembangkit dan jaringan listrik untuk kepertingan masyarakat.
" Pemkab Kupang siap menerima invetor yang mau bekerjasama dengan jaminan aset yang ada," tegasnya.
Menurut Titu Eki, bagi investor yang ingin menanamkan modal jangan takut rugi. Karena tahun ini akan dibangun pabrik mangan di Kupang Barat dan Garam Yodium di Sulamu.
" Saya optimis, kedua industri tersebut dapat dibangun tahun ini," kata Titu Eki. (editor kro)