Beberapa guru SDI Wowara mengeluhkan hal tersebut, saat ditemui wartawan di sekolah itu, Senin (15/3/2010). "Sekolah ini direnovasi terakhir tahun 2006 Sejak saat itu tidak ada bantuan lagi," kata Wakil Kepsek SDI Wowara, Theresia Tangguh.
Dia mengatakan, pada tahun tersebut, pemerintah memberi bantuan berupa enam ruangan kelas, satu ruangan guru dan WC. Saat itu, semua pihak senang, karena kapasitas siswa untuk sekolah itu tentu bertambah.
Tapi saat ini, lanjut dia, kondisi ruang kelas sudah tidak bisa lagi menampung jumlah murid yang ada. Murid kelas satu harus duduk di lantai saat mengikuti kegiatan belajar mengajar," ujarnya.
Murid di sekolah itu, lanjut Tangguh, terdiri dari delapan rombongan belajar. Kelas satu dan dua masing-masing dua ruangan (kelas Adan B), sedangkan kelas tiga hingga enam, hanya mengisi satu ruangan saja, walau jumlah muridnya banyak.
Salah seorang guru di sekolah itu, Agus Dama, A.Ma , menambahkan, kekurangan ruang kelas itu sudah sering disampaikan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) SBD. (editor kro)