"Pembinaan ini sangat penting karena tidak beda jauh dengan bimtek yang dilakukan birokrasi. Untuk menduduki suatu jabatan tidah cukup hanya dengan pendidikan formal yang diperolehnya," kata Titu Eki dalam arahannya pada kegiatan rapat koordinasi (Rakor) camat se Kabupaten Kupang di Rumah Jabatan Bupati Kupang, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Titu Eki, dia berkeinginan memberikan pembinaan jika orang tersebut memiliki kemampuan dan pemahaman serta pengalaman untuk menjadi pejabat yang berkualitas.
Dikatakannya, konteks pembinaan birokrasi untuk menjadi seorang pejabat melalui PIM dan sejenis lainnya agar bisa menjamin kualitas kepemimpinannya pada tataran pemerintahan.
"Tugas dan tanggung jawab seorang camat sangat besar sehingga perlu dibekali dengan pembinaan dan diskusi tentang berbagai kemungkinan yang akan dihadapi di lapangan. Camat merupakan ujung tombak pembangunan di lapangan. Karena itu, kegiatan semacam ini terus dilakukan," katanya.
"Saya minta pertemuan semacam ini harus terus dilakukan setiap bulan. Kabag Tatapem supaya mengagendakannya dan menghadirkan masing-masing SKPD untuk memaparkan program kerjanya," ujar Titu Eki.
Titu Eki mengatakan, rakor membahas berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing kecamatan. "Rakor pertama ini membicarakan tentang masalah pembinaan dan koordinasi serta evaluasi kegiatan dari masing-masing kecamatan," tandas Titu Eki yang saat itu didampingi Kepala Bagian Tatapem, Efendi Kusumo, Kabag Kepegawaian, John Nomseo serta Kabag Humas, Petseraen Amtiran.
Camat Nekamese, Vovi Foenay menyambut baik rencana rakor yang dilaksanakan secara rutin. "Sangat baik karena bisa menjadi forum untuk mendiskusikan bersama berbagai hal yang terjadi pada masing-masing kecamatan," kata Foenay.
Dia mengusulkan agar dalam pertemuan berikutnya pimpinan SKPD harus dihadirkan.
Hal senada disampaikan Camat Sulamu, Ren Dano, Camat Amarasi Timur, Roberth Teus, Camat Takari, Kain Maus serta Camat Amfoang Timur, Paulus Ati. (mas)