"Ada tiga RT yang meminta agar bisa dibangun poskamling sehingga warga bisa secara bergantian melakukan penjagaan secara bergilir," kata Lurah Belo, Frits Frans saat dihubungi, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Frits, daerah yang terletak di sekitar jalur 40 itu termasuk daerah yang rawan karena pada malam hari gelap. Warga khawatir jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Pembangunan tiga poskamling di tiga RT ini merupakan permintaan warga pada saat musrenbang Kelurahan Belo beberapa waktu lalu terkait kondisi keamanan dan ketentraman warga Belo," katanya.
Kelurahan Belo memiliki 19 RT. Namun, untuk saat ini masih menggunakan 14 RT pembagian yang lama karena pemilihan pengurus RW sementara berlangsung.
Selain poskamling, warga RT 9 sampai RT 14 juga meminta dibentuk PAUD dan bentuk paket B. "Cukup banyak orangtua yang belum paham dan yang tidak tamat SD sehingga perlu ada paket B untuk orangtua," katanya sambil menambahkan, untuk wilayah RT 1-8 sudah ada paket B yang sementara ini berjalan.
Terkait permintaan PAUD, demikian Frits, dari Subdin PLS Dinas PPO Kota Kupang sudah melakukan identifikasi untuk bisa membentuk empat kelompok paket B di wilayah RT 9-14. "Warga sangat mengharapkan agar paket B ini bisa berjalan pada tahun 2010 ini," katanya.
Program lainnya yang diusulkan warga pada saat musrenbang adalah perbaikan saluran drainase di RT 14 karena saluran yang dibuat tidak bisa menampung air pada saat musim hujan. Akibatnya, air selalu meluap dari saluran tersebut dan masuk ke rumah warga.
"Sekarang ini tingginya hanya sekitar 50 centimeter saja. Warga mengharapkan agar kedalamannya bisa ditambah sehingga tidak akan terjadi genangan pada waktu musim hujan," ujarnya. (ira)