Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum Setkab Sabu Raijua, Ir. Dominggus Hawu, kepada Pos Kupang per telepon selularnya, Sabtu (13/3/2010) sekitar pukul 03.00 Wita.
Dominggus menuturkan, ikan beracun itu ditangkap warga saat berkarang di pesisir pantai desa itu. Saat itu, salah seorang di antaranya, Ayub Wadu, menangkap ikan tersebut dalam ukuran besar.
Ikan itu pun dibawa pulang kemudian diolah untuk santapan malam. Saat dibelah, perut ikan itu berisi banyak telur. Semuanya dimasak lalu dihidangkan. Masakan itu pun dibagi-bagi juga ke tetangga sekitar.
Kira-kira dua sampai tiga jam setelah mengonsumsi ikan buntal tersebut, racun ikan mulai bereaksi. Para korban pun merasakan mual-mual yang tak terkira. Bahkan ada yang mengerang kesakitan.
Belum sempat mendapat bantuan medis, seorang ibu, Luha Weo, bersama dua orang anaknya, masing-masing Paulus Wadu dan Welem Wadu, meregang nyawa. Sementara suaminya Ayub Wadu dan dua anak lainnya sekarat.
Peristiwa yang merenggut tiga nyawa dalam satu keluarga itu amat memilukan. Namun warga pun was-was, karena 11 warga lainnya sedang dalam kondisi sekarat.
Melihat kejadian itu, keluarga ramai-ramai membawa para korban ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Lederaga. Lantaran fasilitas pustu terbatas, warga pun membuka terpal untuk membantu paramedis agar lebih mudah memberikan bantuan pengobatan.
Upaya medis tersebut berhasil menyelamatkan 11 korban. Hingga Sabtu siang, kondisi 11 pasien itu sudah membaik. Satu persatu pasien mulai meninggalkan pustu untuk kembali ke rumahnya.
Sementara tiga korban tewas, dikebumikan di halaman rumah di Desa Lederaga. Upacara pemakaman tersebut berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita.
Menurut Dominggus Hawu yang juga mantan Camat Hawu Mehara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua juga turut memberikan sumbangan. Hal itu sebagai tanda bela sungkawa atas kejadian tersebut. (kro)