syarifah sifah
ChildFund Hijaukan Tiga Mata Air di Flores Timur
POS KUPANG/SYARIFAH SIFAT
Proyek Elisabeth Mitra ChildFund Indonesia bersama anak-anak Danibao menanam anakan mahoni, pinang dan lain-lain di mata air Borok Matan, Jumat (12/3/2010).
Senin, 15 Maret 2010 | 10:33 WITA
Penanaman anakan tersebut dilakukan di mata air Kecamatan Solor Timur, Adonara Barat dan Wotan Ulumado. "Kami sangat berterima kasih atas program yang telah dicanangkan oleh ChildFund ini. Program ini sangat baik karena dilaksanakan secara bersama-sama oleh ChildFund, pemerintah maupun warga di sekitar mata air ini," kata Camat Wotan Ulumado yang diwakili Willy, staf keuangan dan kepegawaian.
Dia berharap masyarakat menjaga tanaman yang ada di sekitar mata air, termasuk tanaman yang baru ditanam agar mata air tidak mengering. "Mata air Borok Matan adalah milik kita bersama. Untuk itu kami himbau kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, aparat desa dan semua warga di Desa Kawela dan sekitarnya untuk selalu menjaga dan merawat semua tanaman, termasuk tanaman pinang dan kakao," katanya.
Ketua Divisi Sanling dan KIBBLA, Monika Sinuor mewakili Pimpinan Proyek Elisabeth Flotim Mitra ChildFund Indonesia di hadapan Kepala Desa Kawela, Kepala Desa Oyangbarang, para tua adat Desa Oyangbarang, tokoh masyarakat serta puluhan masyarakat Dusun Molong dan Watomodor yang hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan, ChildFund adalah lembaga yang sangat peduli pada setiap situasi dan kondisi yang berdampak negatif terhadap anak dan selalu mengupayakan berbagai langkah bersama semua komponen masyarakat untuk menyelesaikannya.
"ChildFund adalah sebuah lembaga anak yang selalu mengupayakan berbagai program untuk mengatasi persoalan anak-anak. Akses air bersih yang belum memadai juga merupakan persoalan anak. Ketersediaan sumber air merupakan kebutuhan pokok manusia, termasuk anak," kata Monika. Menurut dia, program penghijauan mata air ini lahir dari keprihatinan akan debit air yang terus mengalami pengurangan setiap tahun. Kondisi ini mengakibatkan warga kesulitan air bersih.
"Kesulitan ini dirasakan langsung oleh anak karena selain menjadi kebutuhan utama, umumnya mengambil air juga menjadi salah satu tugas yang dikerjakan oleh anak di rumah," jelas Monika.
Monika menambahkan bahwa berkurangnya debit air ini sebagai akibat dari berkurangnya pohon di sekitar mata air karena kelalaian manusia sendiri yang selalu menebang pohon dan juga akibat alam, yaitu karena usia tanaman itu sendiri yang sudah tua dan mati sendiri, selain juga karena musim panas yang berkepanjangan sebagai dampak dari pemanasan global yang mengakibatkan banyak pohon kering dan mati.
Menurut Monika sebagai tindakan nyata kepedulian terhadap situasi yang terjadi, maka ChildFund menggandeng semua stakeholder mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat dan warga setempat untuk melakukan kegiatan penghijauan di mata air ini.
Selain mata air Borok Matan, pada hari yang sama juga kegiatan ini dilaksanakan di Mata Air Kebarek Welin, Desa Watanhura II, Kecamatan Solor Timur dengan menanam anakan mahoni sementara penghijauan di mata air Nura Desa Danibao, Kecamatan Adonara Barat dilaksanakan 2 Maret 2010 dengan menanam anakan mahoni.
"Semoga kerja sama yang baik terus terjalin. Dan, apa yang kita saksikan saat ini saat menanam dimana petugas kehutanan selalu memberikan penjelasan tentang teknik penanaman yang baik serta sambutan masyarakat yang sangat antusias memberikan harapan baru akan ketersediaan air di daerah ini,"katanya. (iva)
Editor : »» Penulis : »» Sumber :