"Walau pakaian saya dicopot, tapi hati saya tetap Demokrat. Saya sudah dengar dari teman-teman bahwa sudah ada pelaksana tugas, tapi semua berjalan harus berproses melalui mekanisme organisasi," kata Wungubelen saat ditemui di Larantuka, Sabtu (13/3/2010).
Wungubelen mengatakan, Demokrat partai besar dan dibesarkan oleh rakyat. Karena itu, aspirasi rakyat juga harus dijaga. "Jangan karena kepentingan orang tertentu yang hendak menghancurkan Demokrat di Flotim, lalu kita pecat memecat orang. Tapi sebagai politisi saya siap menerima keputusan yang dikeluarkan partai," tandasnya.
Dia melihat ada upaya pembusukan kader partai oleh orang-orang prgamatis apalagi soal penetapan bakal calon bupati dan wakil bupati.
"Saya selaku sekretaris Tim Sembilan untuk pilkada juga tidak ikut dalam perumusan hasil padahal saya selalu koordinasi tapi kesannya dihalangi-halangi dengan berbagai alasan sehingga saya hanya diperankan untuk tandatangan itupun sudah subuh dini hari," ujar Wungubelen.
"Tapi saya syukur DPP merekomendasikan Jhony Odjan-Ludin Lega tapi kelompok pragmatis ini kembali membajak. Karena itu saya kembalikan keputusannya kepada partai," ujarnya. (iva)