"Tendernya sudah berlangsung bersih dan adil. Sekarang tinggal para pemenang memenuhi janjinya. Selain Telkom dan Lintas Arta, pemenang lainnya bukan kontraktor besar," kata Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Roy Rahajasa Yamin dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (14/3/2010).
Menurutnya, proyek pengadaan akses informasi itu waktu pengerjaan sangat pendek. Sementara pembiayaannya tidak bisa meleset. "Saya khawatirkan selesai tidak tepat waktu," katanya.
Berdasarkan catatan, dalam tender desa berdering untuk pengerjaan wilayah timur yang dimenangi oleh Icon+, tidak berhasil memenuhi tenggat waktu pengerjaan.
Sejumlah kalangan mensinyalir hal itu karena anak usaha PLN tersebut tidak memiliki pengalaman sebagai operator telekomunikasi.
Sementara VP Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, menegaskan, pihaknya ingin uang muka dari proyek dikucurkan agar pengerjaan selesai tepat waktu.
"Tender itu hitungannya bisnis dan landasannya legal. Jika soal dana, Telkom siap tetapi dalam konteks ini kami harus berhitung ketat. Pemerintah sudah siapkan dana melalui APBN," katanya
Eddy optimistis, perseroan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu walaupun medannya sulit. "Lokasi-lokasi yang dimenangkan merupakan tantangan tersendiri untuk implementasinya," katanya.
Sedangkan Chief Operating Officer (COO) Telkom, Ermady Dahlan, menegaskan, perseroan memang berkeinginan memberikan akses internet bagi masyarakat baik itu melalui proyek sendiri atau mendukung program pemerintah.
"Internet itu sudah menjadi kebutuhan. Misalnya, adanya internet bisa memajukan pendidikan dengan uji coba ujian nasional online. Jadi, kami akan maju terus mendukung pengadaan internet," katanya.
Sebelumnya, KemKominfo mengumumkan 4 perusahaan yang memenangkan tender penyediaan akses jaringan internet untuk 5.748 desa di 4.700 kecamatan di Indonesia.
Keempat perusahaan yang terpilih untuk menggarap 11 zona wilayah dengan total pagu anggaran tahun pertama 370,5 miliar rupiah itu adalah Telkom, Jastrindo Dinamika, Sarana Insan Muda Selaras, serta Aplikanusa Lintasarta.
"Hasil tender sudah sesuai dengan prinsip akuntabilitas. Jika ada yang keberatan, keputusan ini masih bisa disanggah selama tujuh hari mulai 15 hingga 22 Maret 2010," jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian, Gatot S Dewa Broto.
Dari 11 zona paket wilayah tersebut, Telkom akan mengerjakan paket 1 (Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara), paket 10 (Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) dan paket 11 (Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara).
Sedangkan Aplikanusa Lintasarta, anak perusahaan Indosat, akan mengerjakan paket 7 (Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur), paket 8 (Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur), dan paket 9 (Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua).
Jastrindo Dinamika memenangkan paket 2 (Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Riau), paket 3 (Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau) dan paket 6 (Jawa Timur).
Sisanya, paket 4 (Jawa Barat dan Banten) dan paket 5 (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) akan digarap oleh Sarana Insan Muda Selaras. (persda network/ewa - editor kro)