»Home » Kupang News » Nasional »
persda, ewa
Densus Intai Rumah Maruto
Minggu, 14 Maret 2010 | 23:54 WITA


Rumah mantan mahasiswa kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini, diperkirakan menjadi salah satu jaring para teroris di daerah Klaten dan sekitarnya. Selain Cawas, sumber kepolisian menyebutkan, Kecamatan Tlising juga juga terus dijaga siang malam sejak peristiwa .

Saat Pos Kupang menyambangi rumah orangtua Maruto Ir Sujono, Sabtu (13/3/2010), rumah bertingkat tersebut dipagari tembok cukup tinggi, sehingga sulit dilihat keadaan di dalamnya.

Nampak saat itu lewat beberapa penjual, salah satunya penjual buah. Pedagang berbadan tegap itu bergegas melangkah cepat, tapi saat berada di depan pagar rumah Sujono dia mengendurkan langkahnya sambil melihat-lihat ke dalam.

Namun setelah dilihatnya tidak ada apa-apa, dia langsung mendorong gerobaknya dan bergegas. Saat Persda mendatanginya, dia hanya tersenyum tanpa mau berkomentar

Salah seorang tetangga Maruto, Sukardi, menuturkan, siang malam rumah orangtua Maruto selalu didatangi orang-orang aneh, seperti pedagang buah, pencari sampah dan lain-lain. Dia juga mengaku beberapa kali didatangi seseorang yang menanyakan kondisi di dalam rumah Maruto.

"Dia nanya apa pernah melihat Maruto datang ke rumah tersebut. Saya jawab tidak pernah melihat. Rumah itu semakin tertutup sejak Maruto dijadikan tersangka," ujar Sukardi.

Maruto menjadi salah satu daftar pencarian orang (DPO) Densus 88 setelah diduga menjadi orang yang menyelamatkan Noordin M Top dalah sebuah serangan di daerah Wonosobo beberapa tahun lalu. Noordin mampu menyelamatkan diri, tetapi mendapatkan luka di tubuhnya. Maruto yang pernah belajar kedokteran mampu merawat Noordin hingga sembuh.

Selain sebagai perawat Noordin, Maruto juga dikenal sebagai penghubung Noordin dengan sejumlah bawahannya. Maruto menghilang bersama istrinya Tri Utami yang juga dokter sejak 2006 lalu. Hingga kini jejaknya tidak pernah terdekteksi.

Sumber dari Densus 88 menyatakan, kemungkinan besar Maruto masih berada di Indonesia. Namun demikian, pihaknya masih belum bisa melacak buronan tersebut. Setelah Dulmatin dilumpuhkan, para tersangka teror yang diburu peranannya sudah relatif tidak penting lagi.

"Kalau teroris menjadi tersangka utama karena otaknya sangat jenius. Selain bisa meracik bom, dia juga mampu merekrut dan mengatur serangan bom," kata anggota Densus.

Dulmatin dikenal sangat pintar, sejak kecil menyukai pelajaran elektronika. Bahka pendidikan terakhirnya adalah mahasiswa teknik kimia UGM, meski kuliahnya hanya berlangsung selama empat semester, sebelum pergi berjihad ke Afganistan. (persda network/ewa - editor kro)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 32 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 01:06 WITA
Senin, 6 Februari 2012 | 21:05 WITA
Senin, 6 Februari 2012 | 11:27 WITA
Senin, 6 Februari 2012 | 11:02 WITA
Sabtu, 4 Februari 2012 | 13:17 WITA