"BLT untuk manula sebaiknya masih disediakan karena secara fisik mereka tidak dapat bekerja lagi," kata Elfindri di Padang, Minggu (14/3/2010).
Koordinator Kopertis Wilayah X itu, menyarankan, bagi mereka yang produktif, BLT sebaiknya diarahkan dalam bentuk modal kerja bagi mereka yang ingin bekerja.
"Jadi BLT perlu untuk manula, tapi tidak pada keluarga produktif," katanya.
Ditanya dampak negatif program BLT, dia mengatakan, dampak negatifnya kalau mereka yang dapat BLT tidak mau berusaha. Tapi akan berdampak positif jika mereka terdorong untuk berusaha.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, mengatakan, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2010 ini, dihentikan sementara.
"Untuk sementara, pada tahun 2010 ini BLT tidak dianggarkan," kata Menko Kesra Agung Laksono usai berkunjung di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Jumat (12/3/2010).
Alasan penghentian sementara program BLT sebesar Rp 300 ribu/bulan mulai tahun 2010 ini, adalah membaiknya kondisi perekonomian nasional.
Agung menambahkan, konsep BLT diprogramkan oleh pemerintah tergantung situasi dan kondisi perekonomian di Indonesia.
"Jika tidak ada kondisi yang sangat buruk seperti kenaikan harga BBM, krisis keuangan, melonjaknya harga kebutuhan bahan dasar dan lain sebagainya, maka BLT tidak dianggarkan," katanya. (antara - editor kro)