"Selisihnya hampir Rp 1 juta- Rp 2 juta per ekor. Jika sapi lokal Rp 7 juta, maka kalau didatangkan dari NTT hanya berkisar Rp 5 juta," ujar salah seorang pedagang daging, H Dedi, di Kotabaru, Minggu (14/3/2010).
Dikatakannya, selain harga ternak itu lebih murah, ketersediaan sapi asal NTT juga lebih banyak dibandingkan dengan sapi lokal- Kalimantan.
Khususnya pada hari-hari besar keagamaan Islam, di mana pada hari-hari tersebut kebutuhan daging meningkat drastis, seperti Hari Raya Idhul Fitri, Hari Raya Idhul Adha (kurban) dan Maulid Nabi Muhammad SAW, biasanya harga sapi lokal melambung, sehingga kebutuhan daging hampir tidak cukup.
Untuk menutupi keterbatasan tersebut, lanjut dia, pengusaha ternak Kalimantan Selatan, cenderung mendatangkan dari NTT. Sapi dari NTT mampu memenuhi kebutuhan konsumen di Kalimantan. (antara - editor kro)