»Home » PK Minggu » Puisi »
Alfred Dama
Elegi Tambang
Oleh Willem B Berybe
Minggu, 14 Maret 2010 | 22:26 WITA




Mendadak kau jadi idola seantero kampungku
Yang sedang haus. Kau memicu rindu
Bermimpi
Tentang indahnya sebuah industrialisasi
Tentang cerobong-cerobong asap yang menggumpal
Tentang parade truk-truk raksasa melintas
Tentang aroma pembangunan

                                    ***
Tak terhitung waktu  kau membisu
Di dasar planet kehidupan.
Dalam kesenyapan yang bernas itu
Kau tertenun  jadi  gundukan harta nan misterius.
Warga kampungku tak mengerti
Tentang planet kehidupan.
Mereka cuma tahu mengayuh cangkul
Di atas hamparan sawah dan ladang
Pada kulit bumi yang renyah.
Mereka bergurau dengan alam yang masih jernih
Di antara batang-batang padi keemasan
Serta bulir-bulir jagung kuning langsat berkelebat.
Saban musim
Lumbung-lumbung padi dari kulit kayu raksasa,
Dari anyaman bambu yang artistik
Menari-nari kegirangan menyambut berkah
Jagung-jagung terikat rapi
Tertata di atas perapian dan tonggak-tonggak bambu
Menjulang di alam terbuka
                                            ***

Aneh.......
Sang  idola disambut tawa sinis serta emosi
Namun ada juga tepuk tangan ria
Para pengagum berlarian datang
Mereka membawa bendera bertajuk:
Pembangunan yang merakyat;
Pembangunan berkelanjutan!
Seluruh warga kampung bingung
Antara ada dan tiada
Antara tuan dan sahaya.
Bak seorang orator besar
Sang idola berbicara tentang visi misi cemerlang
Tentang mercu suar

                                           ***
Sejenak mataku tertambat
Pada sepotong doa
Hinggap di atas  dahan-dahan cendana yang lunglai
Semoga
Kau jadi `sastra jembatan kemanusiaan'!
Kata-kata Gerson Poyk itu
membangunkan  inspirasi baru.
Tambang ...timbang.

                      BTN,Kolhua, Kupang, penghujung 2009    

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 98 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

bagus........puisimu sangat menggugah. terus berkarya!!!!

Komentar Oleh: hasan | Rabu, 24 Maret 2010 | 22:22 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Minggu, 29 Januari 2012 | 21:48 WITA
Minggu, 29 Januari 2012 | 21:46 WITA
Senin, 23 Januari 2012 | 13:49 WITA
Minggu, 15 Januari 2012 | 20:28 WITA
Senin, 9 Januari 2012 | 22:48 WITA