Di SoE, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), lakalantas menewaskan Mesak Bansae (37), anggota TNI dari Kodim 1621/TTS. Kecelakaan terjadi akibat tabrakan dua sepeda motor di Jalan Soeharto di depan Kantor Pos dan Giro SoE, Jumat (12/3/2010) malam.
Korban Mesak menumpang di sepeda motor Honda Supra Fit DH 3622 FB yang dikendarai Adi Bansae. Sepeda motor ini bertabrakan dengan Honda Revo bernomor polisi DH 3939 DC yang dikendarai Doni Misa (18), warga Oekefan.
Tabrakan mengakibatkan ketiganya terluka dan dilarikan ke RSUD SoE untuk dirawat. Namun kondisi korban Mesak sangat parah sehingga dirujuk ke RSUD Prof. Dr. WZ. Johannes-Kupang, malam itu juga. Namun korban menghembuskan nafasnya yang terakhir di RSU Kupang, Sabtu (13/3/2010) pagi pukul 05.00 Wita. Sedangkan Adi Bansae dan Doni Misa masih dirawat di RSUD SoE.
Di Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), lakalantas terjadi akibat terbaliknya angkutan kota (Angkot) Tiara Indah di Jalan Adam Malik- Waingapu, Sabtu (13/3/2010) pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Satu orang penumpang angkot ini tewas dan lima penumpang lainnya yang kebanyakan anak sekolah, mengalami luka ringan.
Lakalantas di SoE, kata saksi mata Maklon Banunaek, kemarin, diduga akibat Doni Misa yang mengendarai Honda Revo mabuk akibat minum miras. Saat kejadian, Maklon dibonceng oleh Doni Misa.
"Dia mulai tancap gas ketika kami melewati Dealer Honda Dinamika Motor. Sedang lari dia sempat angkat ban depan dan lari zig-zag sebelum menabrak sepeda motor Supra Fit," ujar Banunaek.
Dia menambahkan bahwa malam itu, lampu sorot depan sepeda motor yang ditumpanginya itu dalam kondisi mati. Dia berulang kali meminta Misa mengurangi kecepatan dan tidak lari zig-zag namun tidak dihiraukan. Sampai akhirnya dia kehilangan kendali dan menabrak motor Supra Fit yang dikendarai Adi Bansae yang membonceng korban Mesak.
Kapolres TTS, AKBP Tito Basuki Priyatno yang dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP K Melkisedek Bagailan, mengatakan, dua sepeda motor itu melaju dari arah yang berlawanan. Lakalantas terjadi lantaran Doni Misa, pengendara Honda Revo tak bisa mengendalikan laju kendaraannya dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Adi Bansae.
Polisi, katanya, sudah memeriksa saksi mata dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tak hanya itu, dua sepeda motor sudah diamankan di Mapolres TTS untuk dijadikan sebagai barang bukti.
Dari Waingapu dilaporkan, terbaliknya angko Tiara Indah menewaskan Ayub Katanga Takanjanji (18), siswa kelas II SMA PGRI Waingapu. Sedangkan enam korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Yunita Ina Kii (16), siswi SMAN II Waingapu, Yestina Yandri Lette (17) , siswi kelas III SMA Andaluri, Rambu Kudu (16), siswi kelas II SMPN II Waingapu, Anita Tonda Bitu (18), siswi kelas II SMA PGRI Waingapu, dan Emiarti Panda Huki (17), siswi kelas I SMA PGRI Waingapu.
Kelima korban umumnya mengalami luka di bagian pelipis, siku dan lutut. Usai kejadian itu, mereka terlihat masih shock. Sampai kemarin siang, para korban masih dirawat di UGD RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu.
Sedangkan korban tewas, Ayub Takanjanji, langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Kelurahan Kambajawa setelah jenazahnya divisum di RSUD Umbu Rara Meha.
Menurut para korban selamat, angkot dengan nomor polisi ED 2996A itu sudah mulai terasa oleng ketika memasuki Jalan Adam Malik. Namun pengemudi, Andreas Dairo Bulu tetap tidak mengurangi kecepatan atau menghentikan mobil. Akibatnya, ketika memasuki tikungan menurun di bawah kantor Dinas Sosial Sumba Timur, Andreas tidak mampu mengendalikan mobil dan angkot yang ditumpangi para pelajar itu pun terbalik ke jurang yang ada di bagian kanan jalan.
Saat angkot terbalik, diduga korban Ayub terlempar ke luar dan ditindih badan mobil. Menurut para korban selamat, saat itu almarhum Ayub duduk dekat pintu angkot. Jenazah korban baru bisa dievakuasi setelah aparat kepolisian dan masyarakat mengevakuasi badan angkot. Korban mengalami luka di kepala bagian belakang, tulang dada bagian kanan remuk, dan tulang paha kanan patah.
Keluarga dan teman-teman korban terlihat shock dan sangat terpukul dengan kejadian ini. Tangisan histeris keluarga dan teman-teman korban pecah ketika jenazah korban tiba di rumah duka.
Kakek korban, Katanga Mbitang yang ditemui di rumah duka, menuturkan, cucunya itu tidak menunjukkan gelagat apapun sebelum kejadian yang merenggut nyawanya itu. Pada pagi sebelum kejadian naas itu, kata Katanga, dirinya sempat menitipkan surat undangan pentabisan salah satu putrinya menjadi pendeta kepada guru-guru PGRI melalui korban. Setelah menerima surat undangan itu, demikian Katanga, korban langsung pamit ke sekolah.
"Saya tidak pernah bayangkan bahwa tadi pagi itu pamitan dia yang terakhir," kata Katanga dengan wajah sendu.
Menurut Katanga, korban merupakan anak yang berbakti dan tidak pernah membuat masalah. Perilakunya yang sopan dan disiplin itu, kata Katangan, membuatnya dipercaya menjadi ketua kelas dan disenangi teman-teman di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.
"Selama ini dia yang membantu saya di rumah. Dia tidak pernah ke mana-mana setelah pulang sekolah, kalau tidak ada yang penting. Saya benar-benar kehilangan," tambah Katanga. (aly/dea)
Pergi Bersama Cita-citanya
AJAL bisa datang kapan saja. Tidak ada yang tahu tapi pasti. Ajal tidak mengenal usia. Itulah yang menima Ayub Katanga Takanjanji, korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Adam Malik Waingapu, Sumba Timur, Sabtu (13/3/2010) pagi. Dalam usianya yang masih muda, ia kembali ke pangkuan Ilahi. Almarhum pergi bersama segudang cita-cita yang belum diraih. Salah satu cita-citanya adalah ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Cita-citanya ini tentu mendapat dukungan dari sang kakek dan pihak keluarga.
Putra kedua dari enam bersaudara pasangan almarhum Ndawa Ranjda dan Loda Hamumeha ini memang mempunyai keinginan untuk kuliah.
Menurut sang kakek, Katanga Mbitang, almarhum sejak kelas IV SD tinggal bersamanya. "Saya ambil dia ke Waingapu agar bisa sekolah. Sejak bapaknya meninggal dunia, dia dan kakaknya tidak lagi sekolah dan memilih untuk jaga ternak. Padahal mereka masih usia sekolah," kata Katanga.
Almarhum di mata keluarga, tetangga dan teman-teman termasuk anak yang baik dan sopan, disiplin tinggi dan tidak macam-macam. Di sekolahnya, ia disegani karena prestasi dan kedisiplinannya. Karena itulah dia dipercayakan menjadi ketua kelas. Di rumah, almarhum selalu patuh pada perintah sang kakek dan disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tanpa harus diperintah.
Menurut sang kakek, setiap hari almarhum bangun jam 05.00 Wita. Memberi makan ternak dan membersihkan rumah. Begitu pun setelah pulang sekolah.
Kepribadian almarhum yang santun dan disiplin juga disampaikan tetangga almarhum, Ir. Yunus Damu Wulang. Kepala Bagian Pemerintahan Desa pada Setda Sumba Timur ini, mengatakan, almarhum termasuk anak yang rajin dan disiplin soal waktu. Bahkan, dirinya juga terbantu karena terbangun lebih pagi ketika mendengar almarhum beraktivitas setiap pagi.
"Anaknya sangat santun dan rajin. Padahal usianya masih muda. Pulang sekolah tidak pernah ke mana-mana dan tidak pernah macam-macam," kata Yunus.
Sementara sang kakek, Katanga Mbitang mengungkapkan sudah berencana menyekolahkan almarhum ke perguruan tinggi karena prestasinya dan perilakunya yang sopan. "Saya sudah katakan ke dia bahwa silahkan kuliah," kata Katanga.
Almarhum kata Katanga, merupakan orang pertama dalam keluarganya yang sekolah sampai ke SMA. Saudara tertua almarhum memilih menjaga ternak. Sedangkan keempat adik korban masih kecil dan saat ini masih di SD. Dari segi ekonomi, jelas Katanga, almarhum sebenarnya berasal dari keluarga dengan ekonomi yang bagus. Orang tua almarhum memiliki ternak yang bisa digunakan untuk membiayai pendidikan almarhum dan saudara-saudaranya. Namun karena tinggal di daerah terpencil, yakni di Kampung Mahambala, Desa Katikutana, Kecamatan Matawai Lapawu, motivasi untuk sekolah sangat rendah. Karena itu, sang kakek Katanga Mbitang membawanya ke Waingapu agar sekolah di kota itu. Sayang, cita-cita mulia itu belum tercapai, almarhum sudah dipanggil Sang Ilahi. (adiana ahmad)
"RAJA HIDUP DI JALAN" MATI DI JALAN SELAMAT JALAN"
MIRAS LKAGI..... MIRAS LAGI ,,,,, MIRAS LAGI..... TANPA MIRAS PASTINYA TIDAK ADA KORBAN HARI ITU. TAPI KARENA MIRAS....KARENA MIRAS.... HALLO SEMUA.... JANGAN=JANGAN SEKALI MIRAS TETAP MIRAS SAMPAI MAMPUS... PRIHATIN...PERHATIN...