Saat ini, masih ada enam pelabuhan di bawah pengelolaan PT Pelindo III yang merugi, antara lain Pelabuhan Probolinggo, Celukan Bawang, Kupang, Maumere, Bima, dan Tegal. Kerugian dari enam pelabuhan tersebut mencapai Rp 1,8 miliar.
Demikian gagasan yang mengemuka dalam rapat kerja tahun 2010 Direksi PT Pelindo III, akhir pekan lalu di Surabaya. "Diharapkan mulai tahun ini hingga 2011 medatang tak ada lagi pelabuhan yang merugi," kata Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Sujanto.
Menurut Djarwo, agar kinerja pelabuhan meningkat, seluruh jajaran perusahaan dan anak perusahaan PT Pelindo III harus mencermati spesialisasi terminal berdasarkan proses bongkar muat.
Selain itu, dibutuhkan pula penetapan kriteria perusahaan bongkar muat yang terlibat di dalamnya.
Kepala Humas PT Pelindo III Iwan Sabatini menambahkan, dari enam pelabuhan yang merugi, lima pelabuhan merugi karena biaya operasional lebih besar dibandingkan pendapatan. Sedangkan satu pelabuhan, yaitu Pelabuhan Kupang merugi akibat sepinya arus transportasi kapal dan bongkar muat barang.
"Agar tak merugi lagi, seluruh pengelola di pelabuhan-pelabuhan diharapkan lebih mencermati perusahaan-perusahaan yang ada di daerah setempat. Mereka harus melihat kebutuhan-kebutuhan transportasi barang perusahaan-perusahaan itu dan menyiapkan fasilitas bongkar muat yang memadai," ujarnya.
Meski enam pelabuhan sempat merugi, PT Pelindo III juga mencatat dua pelabuhan yang awalnya diprediksi merugi tapi justru menghasilkan keuntungan pada akhir tahun 2009, yaitu Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Lembar.
Pelabuhan Kumai yang semula diperkirakan merugi Rp 705 juta justru menghasilkan laba Rp 1,4 miliar, sedangkan Pelabuhan Lembar yang diperkirakan rugi Rp 86 juta akhirnya berhasil meraup laba Rp 380 juta. (kompas.com)
editor: sirpi seko