»Home » Kupang News » Internasional »
antara
45 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Lahore
Minggu, 14 Maret 2010 | 00:19 WITA

      
Pelaku-pelaku pemboman itu berjalan ke arah sejumlah kendaraan militer di daerah Pasar RA yang ramai di Lahore dan meledakkan diri mereka ketika orang sedang makan sebelum pelaksanaan sholat Jumat, kata seorang pejabat senior.
      
Jumat malam, ledakan ketiga terdengar di kota wilayah timur Pakistan tersebut, beberapa jam setelah dua serangan bom bunuh diri yang mematikan itu, kata polisi.
      
"Sebuah ledakan mengguncang daerah Allamma Iqbal dan kami segera bergerak ke lokasi kejadian," kata polisi senior Chaudhry Mohammad Shafiq kepada AFP.
      
Tim-tim penyelamat juga telah menjangkau lokasi kejadian, namun kondisi ledakan itu masih belum jelas, kata Shafiq.
      
Lahore, sebuah kota yang berpenduduk delapan juta orang di dekat perbatasan Pakistan dengan India, dilanda serangan-serangan meningkat yang dilakukan oleh Taliban dan kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda.
      
Lebih dari 3.000 orang tewas dalam serangan-serangan bunuh diri dan pemboman di Pakistan sejak Juli 2007, dalam kekerasan yang dituduhkan pada muslim garis keras yang menentang aliansi pemerintah dengan AS.
      
Kedua ledakan bom bunuh diri Jumat itu terjadi hanya dalam selang waktu beberapa detik.
      
Tayangan televisi swasta Geo TV menunjukkan orang berlari dan berteriak dalam keadaan panik.
      
Militer segera menutup jalan di sekitar lokasi serangan tersebut. Beberapa pejabat keamanan mengatakan, sedikitnya lima prajurit termasuk diantara mereka yang tewas dalam kedua ledakan itu, yang menghancurkan jendela dan menghamburkan puing-puing dari bangunan yang berdekatan.
      
"Empatpuluh-tiga orang tewas dan 134 terluka dalam serangan-serangan itu," kata kepala badan pertahanan sipil Lahore Mazhar Ahmad kepada AFP.
      
Namun, seorang pejabat tinggi keamanan menyebut jumlah kematian 45 dan mengatakan bahwa enam personel militer termasuk diantara mereka yang tewas.
      
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, namun Taliban Pakistan mengakui serangan bunuh diri Senin yang menghancurkan perkantoran di Lahore yang digunakan untuk menginterogasi tersangka militan. Serangan Senin itu menewaskan 15 orang.
      
Pasukan Pakistan saat ini juga sedang memerangi militansi yang meningkat di kawasan suku baratlaut di dekat perbatasan Afghanistan.
      
Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan.
      
Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.
      
Meski terjadi perlawanan di Waziristan Selatan, banyak pejabat dan analis yakin bahwa sebagian besar gerilyawan Taliban telah melarikan diri ke daerah-daerah berdekatan Orakzai dan Waziristan Utara.
      
Waziristan Utara adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan Al-Qaeda dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai sasaran serangan rudal pesawat tak berawak.
      
Beberapa analis juga telah memperingatkan bahwa Taliban dan sekutu mereka akan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Bajaur dan kawasan suku lain lagi untuk mengalihkan fokus perhatian dari Waziristan Selatan.
      
Pasukan keamanan melakukan operasi besar-besaran terhadap militan muslim di Mohmand dan Bajaur pada Agustus 2008. Pada Februari 2009, militer menyatakan bahwa Bajaur bersih setelah pertempuran sengit berbulan-bulan, namun kerusuhan terus berlangsung.
      
Menurut militer, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka melancarkan ofensif di Bajaur pada awal Agustus 2008, termasuk komandan operasional Al-Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang berkebangsaan Mesir.
      
Daerah itu juga dihantam serangan rudal yang hampir mengenai Zawahiri, orang kedua Osama bin Laden, pada Januari 2006.
      
Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.
      
Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas pemberontak terhadap pasukan internasional di Afghanistan. (ant/afp)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 36 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Kamis, 2 Februari 2012 | 12:05 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 19:52 WITA
Kamis, 19 Januari 2012 | 11:49 WITA
Senin, 16 Januari 2012 | 20:48 WITA
Senin, 16 Januari 2012 | 20:30 WITA