"Paling tidak ada tiga kemungkinan penyebab hilangnya roh rakyat itu. Pertama, roh PDI-P sedang gentayangan mencari wadah baru. Kedua, seperti jailangkung, yang datang tak diundang dan pulang tak diantar. Ketiga, telah menjadi zombie alias mayat hidup," ujarnya, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Budi, kondisi berat tersebut dapat juga dilihat dari demoralisasi di akar rumput dan disorientasi para elite partai. "Kongres PDI-P mendatang harus mampu mengembalikan roh yang hilang dan menggerakkan partai untuk kembali memperoleh kepercayaan rakyat," ujar Budi.
Menurutnya, langkah ini jelas bukan pekerjaan mudah. Namun, hal itu adalah pilihan yang tidak bisa ditawar lagi. "Rakyat sekarang sudah makin cerdas dan kritis. Partai tidak mungkin sembunyi dan berpangku tangan dari gelombang arus dinamika rakyat," ujar Budi. (kompas.com)