Disaksikan Pos Kupang, Beny Harman yang datang bersama sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Kota Ende langsung membesuk para warga binaan yang ada di Lapas Ende. Beny tanpa canggung berdialog dengan para tahanan dan menanyakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi serta alasan yang membuat mereka masuk menjadi warga binaan Lapas Ende.
Beny yang didampingi para sipir Lapas Ende juga mengunjungi setiap blok yang ada mulai dari blok anak-anak, orang dewasa, blok wanita dan juga dapur.
Kepada wartawan yang menemuinya seusai melakukan sidak, Beny mengatakan, dirinya memang sengaja melakukan sidak ke semua lapas yang ada di NTT, termasuk di Lapas Ende untuk melihat dari dekat kondisi lapas yang ada di NTT.
"Sengaja memang dilakukan sidak karena kalau kunjungan pasti semuanya dipersiapkan secara baik sehingga tidak bisa melihat secara konkrit kondisi lapas yang ada," kata Beny.
Tentang kondisi Lapas Ende, Beny mengatakan, berdasarkan hasil sidak yang dilakukannya, dia mendapati kondisi Lapas Ende memang cukup baik. Hal ini dilihat dari penataan blok maupun penempatan para warga binaan.
Ditanya kalau kondisi Lapas Ende sudah melebihi kapasitas, Beny mengatakan, hal tersebut jangan dipolitisir karena kalau sebuah lapas dikatakan over kapasitas biasanya berujung pada proyek. "Kan bisa lihat sendiri setiap kamar ada yang telah terisi, bahkan ada yang tidak terisi. Bagaimana bisa dikatakan over kapasitas," kata Beny.
Tentang hasil sidak di sejumlah lapas yang ada di Ende, Beny mengatakan, para penghuni lapas kerap terlibat dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. Khusus kasus pembunuhan, disebabkan temperamen masyarakat NTT yang cendrung keras sehingga mudah memicu kasus-kasus pembunuhan.
Pada saat melakukan sidak, Beny juga memberikan nasehat kepada penghuni lapas dan menanyakan berbagai persoalan yang dihadapi Lapas Ende dalam membina tahanan yang ada. (rom)