"Untuk sementara, pada tahun 2010 ini BLT tidak dianggarkan lagi," kata Menko Kesra Agung Laksono, usai berkunjung ke Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, Jumat (12/3/2010).
Menteri menjelaskan, alasan penghentian sementara program BLT senilai Rp 300 ribu/bulan mulai tahun 2010 ini, adalah membaiknya kondisi perekonomian.
Agung menambahkan, konsep BLT diprogramkan oleh pemerintah tergantung situasi dan kondisi perekonomian di Indonesia.
"Jika tidak ada kondisi yang sangat buruk, seperti kenaikan harga BBM, krisis keuangan, melonjaknya harga kebutuhan bahan dasar dan lain sebagainya, maka BLT tidak dianggarkan," ujar Agung.
Namun demikian, Agung menegaskan, program bantuan lainnya seperti bantuan lanjut usia, program keluarga harapan (PKH) dan bantuan operasional sekolah (BOS), tetap dilanjutkan.
"Program bantuan lain yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat tetap akan dilanjutkan," ujarnya.
Bahkan, ia juga mengatakan, Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat juga mencanangkan berbagai program terobosan untuk masyarakat Indonesia.
Bantuan tersebut diantaranya Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), programk percepatan penanggulangan bencana alam dan program bedah kampung di pedesaan.
Menteri juga menambahkan, pihaknya akan memrioritaskan program-program tersebut untuk wilayah Indonesia bagian timur yang dinilai masih sangat membutuhkan program peningkatan kesejahteraan rakyat. (antara)