»Home » Kupang News » Ekbis »
Puskopdit Swadaya Utama, Terbesar Ketiga di Indonesia
Laporang Jumal Hauteas
Sabtu, 13 Maret 2010 | 07:58 WITA


Hingga akhir tahun buku 2009, puskopdit ini memiliki 54 anggota Kopdit Primer, dengan 78.063 anggota. Total aset Rp 340.736.173.355,00.

Hal itu disampaikan Ketua Puskopdit Swadaya Utama, Romanus Woga Rommy, dalam sambutannya pada pembukaan seminar sehari bertema "Dengan Semangat 40 Tahun Gerakan Koperasi Kredit di Indonesia, Kita Mantapkan Kopdit Ideal 2010". Acara ini berlangsung di Aula Heinrich - Wairklau - Maumere, Jumat (12/3/2010).

Hadir saat itu Wakil Ketua Bidang Humas dan Publikasi, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Propinsi NTT, Cyrilus Bau Engo, Sekretaris Inkopdit, Joko Susilo, Kepala Dinas Koperasi, dan UMKM Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata.

Rommy mengatakan, predikat sebagai terbesar ketiga di Indonesia, memang patut dibanggakan. Sebab prestasi itu diraih saat Sikka sedang dalam proses menjadi kabupaten koperasi, mendukung NTT sebagai propinsi koperasi.

Tapi, lanjut dia, prestasi itu juga harus menjadi bahan refleksi bagi semua pengurus, manager, dan pengawas, baik di tingkat puskopdit maupun di tingkat Kopdit. Refleksi itu lebih pada pelayanan dan jangkauan kepada kaum yang lemah, yang membutuhkan bantuan untuk keluar dari keterpurukan.

Rommy mengatakan, ke depan, terutama pada tahun 2010 ini, puskopdit dengan dukungan kopdit, harus dapat mewujudkan koperasi ideal, yang berpihak kepada rakyat miskin.

"Dengan anggota yang banyak dan aset yang besar, sepatutnya kita berbangga. Namun  kita juga harus mulai memfokuskan pelayanan kepada masyarakat miskin," tegas Rommy.

Ketua Panitia RAT, yang juga Manajer Puskopdit Swadaya Utama, Fransiskus de Fransu, dalam laporannya, mengemukakan, peserta seminar itu adalah perwakilan dari 54 Kopdit di Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata. 54 Kopdit tersebut berada di bawah kelompok Puskopdit Swadaya Utama, Maumere.

Dijelaskannya, dari 54 Kopdit tersebut, ada 116 peserta, yakni 94 utusan dari 54 kopdit, masing-masing 15 orang dari Lembata, 15 orang dari Flores Timur, dan 54 orang dari Kabupaten Sikka, ditambah satu orang dari utusan Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Jakarta, depalan pengurus, pengawas, dan penasehat Puskopdit, dan 13 orang dari manajemen Puskopdit.

Sedangkan Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, dalam sambutan pembukaannya, mengatakan, puskopdit melalui semua kopdit harus dapat memiliki target untuk membebaskan anggotanya dari kemiskinan.

"Kopdit harus memiliki target, setelah seseorang menjadi anggota koperasi, dalam berapa tahun yang bersangkutan harus sudah keluar dari daftar KK miskin. Karena yang masuk dalam daftar KK miskin saat ini, adalah anggota kopdit dan masyarakat Sikka," jelas Mitang. (*)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 91 kali  »»  Dikomentari 1 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Kami bermaksud untuk dapat bekerjasama dengan Puskopdit. Swadaya Utama khususnya kerjasama Linkage Program untuk memperkuat industri Koperasi di Kabupaten Sikka, NTT. untuk itu kami mohon dapat diberikan contact person dan nomor telpon yang dapat kami hubungi di Puskopdit Swadaya Utama. Terima kasih.

Komentar Oleh: Bank Andara | Selasa, 16 Agustus 2011 | 09:50 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 25 Januari 2012 | 20:58 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:15 WITA
Selasa, 24 Januari 2012 | 23:09 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:41 WITA
Jumat, 13 Januari 2012 | 21:36 WITA